logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Guru Ngaji Setiap Bulan Dapat Honor Rp 200 Ribu

ILUSTRASI guru ngaji.*/Ist

ILUSTRASI guru ngaji.*/Ist

SERANG, (PR).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menganggarkan honor untuk guru ngaji gerabadan yang sudah menjadi janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang sebesar Rp 3 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang tahun 2019.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, pada APBD perubahan 2019 ini, pihaknya lebih konsen pada janji-janji politiknya. Seperti honor bagi guru ngaji gerabadan, marbot dan pemandi jenazah. 

"Yang ada perubahan yang kelihatan kita menganggarkan guru ngaji, marbot kemudian pemandi jenazah," kata Syafrudin kepada wartawan usai paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS perubahan APBD tahun 2019 dan persetujuan bersama Raperda Kota Serang di DPRD Kota Serang, Kamis 15 Agustus 2019.

Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan, guru ngaji yang terdata mencapai 3.570 orang dan dianggarkan mendapatkan honor sebesar Rp 200 ribu perbulannya dan di APBD perubahan ini dianggarkan untuk tiga bulan ke depan. Sedangkan untuk pemandi jenazah dan marbot relatif lebih sedikit. Hal itu karena, untuk marbot baru dihitung per musala. 

"Kita belum mampu untuk sama, kami pun juga ingin mengakui keberadaan mereka jadi disesuaikan dengan anggaran yang ada," ucapnya. 

Ia menuturkan, dengan adanya honor guru ngaji, marbot dan pemandi jenazah, maka Pemkot bersama DPRD sepakat untuk lebih mengupayakan menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang. "Contoh kaya kontrak lahan pemerintah, aset kita yang di pertanian, kemudian dari sisi parkir yang selama ini belum memenuhi target di 2020 kami akan mengubah itu kemungkinan besar di-pihakketiga-kan," ujarnya. 

Anggaran besar

Ketua DPRD Kota Serang Namin mengatakan, motivasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam pemberdayaan masyarakat akan terus didukung. Meskipun, untuk honor guru ngaji, marbot dan pemandi jenazah memerlukan anggaran yang cukup besar. "Untuk guru ngaji sekitar Rp 3 miliar, kita anggarkan tiga bulan terlebih dahulu di perubahan ini, hanya saja yang jadi persoalan di kami tiga bulan saja besar  sekali apalagi kalau satu tahun," kata Namin. 

Atas dasar hal itu, ucap dia, Pemkot harus mampu menggali potensi PAD yang bisa dimaksimalkan. Seperti tentang pengelolaan Pasar Induk Rau (PIR) yang dianggap belum maksimal. 

"Saat ini Pasar Rau terkesan membebani daerah, berulang kali itu jadi temuan BPK. Pada kesempatan ini kami sampaikan kami berharap Wali Kota melakukan tindakan tegas terhadap pihak ketiganya, meninjau ulang Memorandum of Understanding (MoU) yang ada," ucapnya. 

Menurutnya, PIR memiliki potensi besar untuk mendatangkan PAD bagi Kota Serang, tapi saat ini, Kota Serang hanya bisa mendapatkan pemasukan dari PIR rata-rata sekitar Rp 300 juta pertahunnya. Sehingga, perlu ada peninjauan dari Wali Kota. 

"Ditinjau ulang lah atas MoU yang ada, diambil alih silahkan yang penting bisa memaksimalkan PAD. Kalau pihak ketiga masih berminat, penuhi juga kewajiban-kewajiban pada MoU," ujarnya. 

Padahal, ujar dia, DPRD melihat potensi dari PIR bisa mencapai Rp 1,5 sampai 2 miliar pertahun. Sehingga, sangat jauh jika dibandingkan pemasukan saat ini. "Kalau kami melihat pertahun itu bisa Rp 1,5 sampai 2 miliar, jauh sekali kan dengan Rp 300 juta," kata dia kepada wartawan Kabar Priangan, Masykur Ridho.***

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO