Indonesia

Harga Rokok Makin Tak Terjangkau, IHT Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

JAKARTA - Informasi mengenai kenaikan tarif cukai 2021 mendapatkan banyak penolakan dari sejumlah kalangan, tak terkecuali dari Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK). Penolakan ini merespons informasi yang beredar di media mengenai rencana Pemerintah yang akan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 17 – 19%.

Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) Azami Mohammad mengatakan, rencana ini akan memberikan dampak negatif bagi pelaku usaha di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT). Pemerintah diminta untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok di tahun 2021 dan mempertimbangkan kondisi industri yang saat ini tertekan akibat tarif cukai yang terlalu tinggi di 2020 serta dampak pandemi Covid-19.

“Kondisi IHT saat ini sedang tertekan. Kenaikan tarif cukai sebesar 23% dan HJE sebesar 35% membuat rokok semakin tidak terjangkau oleh konsumen. Produksi dan volume penjualan menjadi turun. Ditambah Covid-19 memukul telak daya beli masyarakat. Ibarat jatuh tertimpa tangga pula,” ujar Azami di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

(Baca Juga: Curhat Pekerja Rokok Tembakau Tercekik Kenaikan Cukai di Tengah Pandemi)

Azami menegaskan, di masa pandemi ini sektor IHT mengalami kontraksi yang cukup dalam sebesar -10,84% Year on Year (YoY). Bahkan pada saat kuartal kedua lalu, IHT mengalami kontraksi yang cukup besar sebanyak -17,59% akibat menurunnya produksi rokok.

Padahal, sektor IHT memberikan kontribusi yang besar bagi penerimaan negara. Cukai rokok menyumbang hingga 97% dari total keseluruhan penerimaan cukai serta menyumbang hingga 11% dari total APBN. Bahkan di saat penerimaan negara tersendat akibat dampak COVID-19, realisasi penerimaan cukai sepanjang Januari-September 2020 tetap tumbuh 7,24% year on year (yoy).

Namun kontribusi yang besar ini berpotensi hilang jika kebijakan terkait tarif cukai terus-menerus diberlakukan eksesif setiap tahunnya. Akan ada titik optimum dimana industri tidak sanggup lagi membayar cukai atau mengalami diminishing returns.

“Pemerintah harus bijak, jangan terus-terusan ditekan dengan kebijakan tarif cukai yang eksesif. Nantinya jika sektor IHT tumbang, maka potensi lost penerimaan negara sangat besar. Sekarang saja setidaknya butuh waktu sekitar 2 tahunan untuk bisa pulih dari krisis akibat kenaikan cukai yang eksesif dan pandemi Covid-19,” tandas Azami.

Football news:

Real Madrid - the first La Liga club in the XXI century, which was awarded 5 penalties in a month
Real Madrid conceded 5 goals from penalties in the last 3 rounds of La Liga
Simeone Pro 1-0 with Valencia: They had the best goalkeeper. Atletico need to continue playing the same way
Salzburg scored 8 goals in the Austrian League match. Game with Lokomotiv on Tuesday
Juve have not won any of their three Serie A matches without Ronaldo
Scott Micromini: Pogba is misunderstood. This is an amazing player, his failures fanned
Andrea Pirlo: Ronaldo is an additional advantage, but Juve must play their own football without him