Indonesia

Huawei Ternyata Tak Serius Garap OS HongMeng sebagai Pengganti Android

SHENZHEN - Kebijakan pelarangan transaksi perdagangan oleh perusahaan AS terhadap Huawei, membuat raksasa teknologi China itu kelimpungan. Mengingat ancaman ditendangnya mereka dari OS Android, mereka pun membangun sistem operasi sendiri, nama lokalnya HongMeng.

Bahkan Huawei berencana 100% melepaskan diri dari teknologi AS. Ini respons emosional perusahaan terhadap regulasi Presiden Donald Trump.

Banyak elite Huawei mulai menggembar-gemborkan kemampuan OS HongMeng ketimbag Android. OS besutan sendiri itu diklaim lebih cepat dari Android dan bahkan iOS sekalipun. Namun apa yang dikampanyekan mereka tidak 100% benar adanya.

Laman Phone Arena melaporkan, Catherine Chen, Anggota Dewan Huawei dan Wakil Presiden Senior, mengatakan, sistem operasi Hongmeng in-house tidak pernah dimaksudkan untuk smartphone, sebagai gantinya dirancang untuk "penggunaan industri" dengan fokus utama pada keamanan dan "latensi rendah yang ekstrem". OS HongMeng memang baik dan bagus, tapi itu tidak seperti yang diklaim oleh beberapa perwakilan dan eksekutif perusahaan sebelumnya, baik di dalam maupun di luar catatan.

Sementara banyak laporan menyebut OS sedang dikembangkan untuk digunakan di berbagai kategori produk. Dan pejabat Huawei pun berulang kali menamai proyek internal tersebut. Dikatakan proyke yang telah digarap bertahun-tahun itu bakal menjadi pengganti Android yang potensial.

(mim)

Football news:

Jurgen Klopp: Titles don't make players better. I don't like questions about dynasty and dominance
Xavi's new contract with al-Sadd has an option to leave for Barcelona
Lewandowski on winning the German Cup final: We showed that Bayern is the best team
Pep Guardiola: we are Happy to play in the Champions League with Real Madrid, the king of this tournament
Xavi has extended his contract with al-Sadd until the end of the 2020/21 season
Asensio is in the starting line-up for Real Madrid for the first time in 420 days
Barcelona is demanding compensation from Nike. The company had previously withdrawn the form from stores due to poor quality