logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

ILR Nilai Pansel Capim KPK Tak Serius Telaah Masukan Publik

JAKARTA - Kinerja panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam meloloskan 20 orang calon pada tes profile assessment menuai kritikan. Sebab, Pansel dianggap tidak serius menelaah masukan masyarakat.

Karena, beberapa nama dalam 20 orang Capim KPK dinilai memiliki masalah. "Saya melihat bahwa Pansel tidak serius dalam menerima dan menelaah masukan publik dalam profil assestment," ujar Deputi Direktur Indonesian Legal Roundtable (ILR), Erwin Natosmal Oemar kepada SINDOnews, Minggu (25/8/2019).

Padahal, kata Erwin, banyak sekali catatan masyarakat sipil dan media yang mengulas profil masing-masing calon tersebut. "Harusnya, Pansel responsif dan punya standard etik yang tinggi dalam merespons semua masukan publik," pungkasnya.

Sekadar diketahui, 20 orang Capim KPK yang lolos tes profile assessment itu dari berbagai macam latar belakang. Diantaranya, anggota Polri sebanyak 4 orang, jaksa sebanyak 3 orang, hakim sebanyak 1 orang.

Kemudian komisioner dan pegawai KPK sebanyak 2 orang, auditor sebanyak 1 orang, pensiunan jaksa 1 orang, PNS 2 orang, dan lain-lain sebanyak 2 orang.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan terdapat Capim yang memiliki rekam jejak kurang baik dari 20 nama yang lolos tes profile assessment itu.

Contohnya, dugaan pelanggaran etik saat bekerja di KPK, dugaan perbuatan yang menghambat kerja KPK, dugaan penerimaan gratifikasi, serta ketidakpatuhan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

(maf)

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO