Indonesia

India akan Ciptakan Jam Atom Optik Pertama

Jam atom sangat akurat sehingga mungkin hanya melewatkan 1 detik selama usia alam sem

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Inter-University Centre for Astronomy and Astrophysics (IUCAA) akan membangun jam atom optik pertama di India. Tingkat akurasi jam ini begitu tinggi sehingga mungkin hanya melewatkan satu detik selama usia alam semesta, yaitu sekitar 13,8 miliar tahun.

Jam atom akan menjadi bagian dari laboratorium Pengukuran Presisi dan Kuantum futuristik (PQM-lab) yang didirikan di kampus. Jam ini akan berguna untuk prakarsa mega-sains seperti Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO-India) dan dalam penelitian sains fundamental.

Departemen Sains dan Teknologi meluncurkan Quantum Enabled Science and Technology (QuEST) pada 2019. Pembangunan laboratorium PQM dipimpin oleh profesor IUCAA, Subhadeep De. Ia mengatakan telah mendapat dana untuk proyek ini, yang diperkirakan memakan waktu sekitar tiga tahun dalam pembuatannya.

India mengumumkan pada Anggaran 2020, Misi Nasional untuk Teknologi dan Aplikasi Kuantum. India menganggarkan total Rs 8.000 crore selama lima tahun untuk diimplementasikan oleh departemen sains dan teknologi.

Namun, agar teknologi kuantum apa pun dapat bekerja dibutuhkan jam atom optik ultra-presisi, yang dapat mengimbangi kecepatan kuantum, yang miliaran kali lebih cepat daripada komputer klasik.

“Saat ini Amerika Serikat (AS), Kanada, Jerman, dan Italia memiliki jam atom optik. Jepang punya satu dan Cina sedang mengembangkan satu. Kami berencana menjadi yang pertama di India. Apalagi, hasil teknologi dari PQM-lab akan mengarah pada pengembangan teknologi yang hanya bisa diimpor,” ujar De, dilansir Times of India, Selasa (11/8).

Ini akan membantu dalam instrumentasi astronomi tingkat lanjut, komunikasi kuantum, meteorologi, dan pertanyaan penelitian sains fundamental seperti gravitasi, materi gelap, dan lainnya. Selain mendukung misi nasional, hasil teknologi dari laboratorium, PQM akan menghasilkan produk yang dapat dikomersialkan.

Direktur IUCAA Somak Raychaudhury mengatakan langkah itu akan membantu India bergerak menuju pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh teknologi dengan substitusi impor dan kemandirian. Proyek ini bertujuan untuk melatih sumber daya manusia sehingga ketika era teknologi kuantum tiba, negara Asia Selatan ini tidak akan kekurangan tenaga terampil.

Football news:

Gundogan about the APL: It's hard to score 100 or 98 points every year, but we need to if we want to fight for all the titles
Havertz on Klopp: a Great coach. He has achieved a lot at Liverpool, but is hungry to win and wants to win even more
Zinedine Zidane: Real Madrid will have a chance to win trophies if we play as we did after the quarantine
Solskjaer on penalty: Tough decision. De Gea made an incredible save, but the rules are the rules
It's time to learn the names of new Borussia heroes. Now there are 17-year-old boys making goals
Paulo Fonseca: it's Important to bring Smalling back to Roma. We have only 3 Central defenders
Arteta about 2:1 with West ham: Arsenal made life difficult for themselves with losses, but they fought and believed in victory