logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Indonesia Perbaiki Prestasi di BWF World Championship 2019

BWF World Championship 2019/DOK. PR

BWF World Championship 2019/DOK. PR

BASEL, (PR).- Indonesia membawa pulang catatan bagus dari BWF World Championship 2019. Jika tahun lalu Indonesia hanya mengoleksi satu medali perunggu, tahun ini mengalami peningkatan.

Pada kejuaraan tahun ini, minimal dua perunggu dan satu perak bisa direbut. Perak bisa berubah menjadi emas bila Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan dapat memenangi partai final melawan Takuro Hoki-Yugo Kobayashi, ganda muda Jepang unggulan ke-12. Artinya, ada perbaikan prestasi untuk Indonesia di kejuaraan ini.

Hendra-Ahsan menjadi harapan Indonesia untuk merengkuh gelar juara dunia karena mereka jadi satu-satunya wakil Indonesia yang bisa menembus partai puncak.

Mereka tampil di final usai mengalahkan juniornya, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto, di semifinal. Bermain selama 47 menit di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Sabtu 24 Agustus 2019 waktu setempat, The Daddies membukukan kemenangan 21-16, 15-21, dan 21-10.

Bagi Hendra-Ahsan, laga puncak akan jadi final ketujuh mereka sepanjang tahun ini. Dari 6 final sebelumnya, Hendra-Ahsan mengoleksi 2 gelar juara yaitu All England dan New Zealand Open 2019.

Perkembangan pemain senior Indonesia itu meningkat pesat dalam kurun waktu 2 tahun belakangan. Setelah kembali bersatu pada Februari 2018, mereka menempatkan diri kembali di jajaran Top 10 dunia meski awalnya harus merangkak dari posisi 172 dunia. Kini, Hendra-Ahsan berada posisi 2 dunia.

Duel melawan Hoki-Kobayashi akan jadi pertemuan kedua bagi kedua kubu. Pada pertemuan perdana mereka di Indonesia Open 2019, Hendra-Ahsan menangani Hoki-Kobayashi lewat permainan ketat 3 gim.

"Yang pasti untuk final kejuaraan ini, pada level kejuaraan dunia, yang harus disiapkan adalah mentalnya. Penting bagi kami untuk  fokus dari awal dan lebih bermain berani. Soal hasil, kami serahkan kepada Yang Di Atas," kata Hendra.

Bawa perunggu

Sementara itu, ganda putri Indonesia Greysia Polii-Apriyani Rahayu akhirnya harus puas dengan raihan medali perunggu di BWF World Championship 2019.

Langkah mereka untuk memperbaiki prestasinya tahun ini gagal setelah dikandaskan duet Mayu Matsumoto-Wakana Nagahara dari Jepang pada babak semifinal.

Greysia-Apriyani takluk dua gim langsung 12-21 dan 19-21. Hasil itu menjadi kekalahan keempat mereka dari 5 pertemuan.

Melesatnya Matsutomo-Nagahara ke final akhirnya memastikan gelar juara dunia di sektor itu menjadi milik Jepang. Partai puncak nanti bukan hanya menciptakan final sesama Jepang, tetapi juga jadi final ideal karena mempertemukan unggulan mereka dengan unggulan kedua, Yuki Fukushima-Sayaka Hirota.

Tidak bisa meningkatkan prestasinya tahun ini memang disayangkan Greysia-Apriyani. Mereka menginginkan tahun ini bisa mencapai hasil lebih baik. Namun, mereka belum bisa dan lagi-lagi pemain Jepang menjadi penghalang.

"Bagaimana pun, ini hasil yang harus kami terima. Ini pencapaian terbaik kami meski tahun ini ingin sekali bisa meraih hasil lebih, ternyata belum bisa," ujar Greysia.***

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO