Indonesia

Ingat Ya Perbankan, Jangan Kejar-Kejar Nasabah

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar perbankan tidak mengejar nasabah terdampak Covid-19 soal tagihan kredit.

OJK telah membuat kebijakan untuk mempermudah masyarakat yang terdampak pandemi serta meredam volatilitas pasar keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan telah memberi ruang gerak bagi sektor riil. Seperti program restrukturisasi perbankan, perusahaan pembiayaan dan LKM, relaksasi penilaian kualitas kredit atau pembiayaan atau penyediaan dana lain hanya berdasarkan satu pilar sampai dengan Rp10 miliar.

Kemudian relaksasi kewajiban pelaporan bagi emiten skala kecil dan skala menengah, imbauan tidak menggunakan debt collector, pengembangan ekosistem digital UMKM. Adapun kebijakan ini agar nasabah tidak dikejar perbankan.

"Dari OJK kami telah mengeluarkan berbagai kebijakan di antaranya bagaimana para nasabah tidak dikejar-kejar oleh bank tidak dikategorikan macet dan perbankan tidak perlu membuat pencadangan yang cukup besar, sehingga kita keluarkan POJK restrukturisasi yang disebut POJK 11," ujar Wimboh.

Baca Selengkapnya: Bos OJK Minta Perbankan Jangan Kejar-Kejar Nasabah

(dni)

Football news:

Jose Mourinho: In my Real life, there were amazing attacking players, we built a team. Tottenham need balance
Umtiti became a vegan: Never felt so good. Lost three kilograms
Alisson on recovery from injury: I prayed a lot, spent 5-6 hours a day with physiotherapists
The VAR referee told the Barcelona - real match referee that Langle did not foul on Ramos. Catalans want to get audio
Frankie de Jong: we have to adapt to Messi. He is the best player in the world
Real Madrid defender Nacho will miss 4 weeks due to injury. Two right-backs are already injured
Manchester City are considering Pochettino and Nagelsmann should Pep leave