logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
o
q
y
Nothing found
ICO
starBookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Jelang Asian Games, Pemprov DKI Akan Relokasi PKL di Kota Tua

JAKARTA – Menyambut perhelatan Asian Games yang berlangsung mulai 18 Agustus 2018, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berdagang di Ibu Kota, salah satunya di lokasi wisata Kota Tua. Hal itu dilakukan sebagai upaya pemerintah mempercantik tempat wisata bersejarah di DKI.

"Justru mereka (PKL) mau pindah dari situ. Nah, ini akan ditata dalam jangka pendek ini bagaimana ada traffic flow-nya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Rabu 14 Maret 2018.

Ia menyatakan bakal meniru sistem yang ada di wilayah Tanah Abang untuk diterapkan di sana. Tapi, rencana tersebut masih pembahasan, karena setiap daerah memiliki gaya penataan berbeda.

"Di Tanah Abang kan mereka bisa ditata seperti itu. Tapi kan kita harus melihat dulu kondisinya di Kota Tua, dan tadi sudah dipetakan," jelasnya.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, pihaknya membagi ke dalam tiga tahap untuk membenahi kesemrawutan di lokasi wisata Kota Tua. Pertama, Pemprov DKI bakal memindahkan PKL ke lokasi binaan yang ada di Jalan Intan. Lalu, mencari formulasi yang pas agar kemacetan di sana segera terurai.

"Yang jangka pendek ini bagaimana memastikan bahwa lebih bisa ada pengaturan, khususnya mengenai kesemrawutan di beberapa titik yang sempat dilaporkan," ujar Sandi.

Lebih lanjut ia menerangkan, penataan Kali Besar juga menjadi perhatian pihaknya. Dirinya berharap salah satu ikon Jakarta itu dapat bersih sebelum perhelatan olahraga terakbar di Benua Asia tersebut terselenggara.

"Kita tidak mau pas Asian Games. Salah satu ikon yang kita ingin dorong itu, belum optimal, karena ini untuk menarik, termasuk juga penataan lalu lintas, parkirnya juga," harapnya.

Sandi menekankan, rencana jangka panjang Pemprov DKI adalah mengembalikan nilai-nilai sejarah kawasan tersebut. Sehingga, masyarakat yang mengunjungi tempat itu bakal merasakan romansa kehidupan zaman dahulu.

"Jangka panjangnya kita harapkan di 2019 ke atas, kita akan kembalikan filosofi dari Kota Tua sesuai dengan harapan konsorsium. Waktu itu Pak Jokowi yang sudah membentuk konsorsiumnya," tukas Sandi.

(han)