Indonesia

Juru Parkir Pusat Perbelanjaan di Sragen: Gara-Gara Corona, Pengunjung Turun Puol!

Solopos.com, SRAGEN — Warga yang berbelanja pakaian baru untuk kepentingan Lebaran di Swalayan Matahari dan pasar pakaian Shopping Center Sragen tak begitu ramai pada masa pandemi virus corona Covid-19 ini. Kerumunan pengunjung pusat perbelajaan pada H-1 Lebaran terhitung turun drastis sampai 50% bila dibandingkan pada H-1 Lebaran tahun lalu.

Taati Pemerintah, Tak Ada Salat Idulfitri di Masjid Agung Solo 

Anjloknya pengunjung ke pusat perbelanjaan dirasakan betul para petugas parkir di Sragen karena pendapatan mereka ikut turun pada momentum Lebaran 2020 ini. “Gara-gara corona, pengunjung turun puol [drastis]. Para pelanggan dari Sine dan Ngrambe Kabupaten Ngawi yang biasanya lari ke Swalayan Matahari ini untuk mencari baju baru sekarang menjadi sepi. Sekarang yang belanja hanya lokalan di seputaran Kota Sragen saja,” keluh Suprapto, 72, juru parkir di depan Swalayan Matahari Sragen.

Suprapto sebenarnya menaruh harapan besar pada H-1 Lebaran karena biasanya puncak orang berbelanja pakaian dan sandal itu pada H-1 Lebaran. Pada tahun-tahun lalu, Suprapto bisa mendapatkan hasil Rp300.000-Rp400.000/hari. Kini, pendapatan Suprapto anjlok berkisar Rp100.000-Rp200.000/hari.

Pemkot Solo Tak Gelar Salat Idulfitri, Tiadakan Takbir Keliling

“Sekarang itu yang penting sehat sudah bagus. Anak bungsu saya di Jakarta juga tak bisa pulang. Padahal rencana kalau pulang saya minta menikah karena usianya sudah 23 tahun,” ujarnya.

Aktivitas jalan di pasar pakaian Shopping Center Sragen tak begitu ramai pada H-1 Lebaran, Sabtu (23/5/2020). (Tri Rahayu/Solopos)
Aktivitas jalan di pasar pakaian Shopping Center Sragen tak begitu ramai pada H-1 Lebaran, Sabtu (23/5/2020). (Tri Rahayu/Solopos)

Dampak Corona di Sragen

Juru parkir lainnya, Suradi, 54, mengaku pendapatannya turun drastis pada momentum Lebaran 2020. Dia mengaku wabah virus corona memang berdampak. “Pada Lebaran tahun lalu bisa mendapat Rp400.000/hari, sekarang maksimal hanya bisa mendapat Rp200.000/hari. Ya, bisa dibilang anjloknya sampai 50%. Tahun lalu parkir pengunjung Swalayan Matahari itu membeludak sampai di gang-gang kampung sekarang hanya di depan swalayan saja tidak penuh,” katanya.

Seorang warga Sragen yang belanja di Swalayan Matahari, Daru, 35, mengaku hanya lihat-lihat pakaian saja untuk kepentingan Lebaran. Dia mengatakan protocol Covid-19 di swalayan ini hanya menyediakan tempat cuci tangan.

Meski Batal, Bupati Klaim Salat Idulfitri Alun-Alun Karanganyar Sesuai Ketentuan

“Kalau pas belanja ya pratis tidak ada jaga jarak. Untuk jaga-jaga, saya tidak berlama-lama dan membawa hand sanitizer sendiri. Saya sebenarnya juga khawatir karena pusat perbelanjaan jadi tempat kerumunan,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami juru parkir di Shopping Center Sragen, Harto, 32. Laki-laki asal Poleng, Gesi, Sragen, itu mengatakan jalan di pasar pakaian ini biasanya padat merayat karena berjejang pengunjung yang hendak beli pakaian baru. “Sekarang sepi. Parkir di kanan dan kiri jalan saja masih banyak yang kosong. Pengunjungnya turun di atas 50%. Tetapi saya tidak bisa mengira-ira,” ujarnya.

Football news:

Real Madrid held a team training session for the first time since March
ESPN reporter: Arsenal did not offer Aubameyang a new contract
Lucas Vasquez: Real Madrid have 11 finals ahead of them. I hope we can win the title
Liverpool confirmed that they will finish the season in New Balance
Zlatan will return to Italy on Wednesday or Thursday for a routine check-up with doctors in Milan
Manchester United will try to buy Sterling if he leaves city. In the short list United – Sancho, Grealish and Rodon (The Independent)
Liverpool players got down on one knee in memory of the deceased Floyd George