logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Kabar Baik Bagi Penderita Penyakit Jantung Koroner, Tidak Perlu Pasang Stent

Dokter spesialis jantung Prof. Dr. med. Dr. Frans Santosa, SpJP (K). Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Penderita penyakit jantung koroner (PJK) stabil atau stable coronary artery disease, tidak perlu pasang stent dan operasi bypass. Cukup terapi dengan mengoptimalkan obat-obatan.

Informasi ini menjadi kabar baik dalam dunia medis, khususnya penderita PJK stabil di belahan dunia manapun.

Perhimpunan Ahli Jantung Amerika atau American Heart  Association (AHA) merilis studi terbaru terkait pengobatan PJK stabil berbasis bukti (evidence based study) yang dinamakan “ISCHEMIA”.

Hasil studi menunjukkan bahwa tindakan pemasangan stent melalui kateter balon atau tindakan bedah pintas pada pasien-pasien dengan PJK stabil adalah tindakan berlebih. Tindakan itu tidak lebih efektif daripada terapi optimal obat-obatan atau optimal medical therapy (OMT).

Apabila para dokter spesialis jantung menerapkan hasil studi ini kepada pasien PJK stabil, maka keselamatan pasien akibat kemungkinan komplikasi operasi akan terjaga. Selain itu, biaya pengobatan akan jauh lebih murah. Dengan demikian, tidak perlu menaikkan iuran BPJS yang hanya membebani anggaran negara.

Dokter spesialis jantung Prof. Dr. med. Dr. Frans Santosa, SpJP (K) mengatakan, studi tersebut mempunyai nilai evidence based 1a karena didesain dengan baik secara multicenter dan multination. Hal ini sudah dilakukan selama 5 tahun hingga beberapa bulan lalu.

Metodologi studi tersebut menggunakan studi komparatif yang membandingkan satu kelompok pasien yang menggunakan metode terapi tindakan invasif kardiologi, berupa pemasangan stent atau metode bedah pintas, dengan pasien yang hanya diberikan obat-obatan optimal.

Hasilnya,kata Frans, selama pengobatan pada kedua kelompok tidak temukan perbedaan signifikan. Pada pasien yang diberikan obat-obatan secara optimal tidak ditemukan kematian akibat serangan jantung, komplikasi, serta dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Themes
ICO