Indonesia

Karanganyar Gempar! Puluhan Warga Keracunan Takjil, 17 Ambulance Hilir Mudik Evakuasi Warga

KARANGANYAR - Keracunan massal akibat makanan takjil menggemparkan warga Dusun Tuk Ringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Keracunan menimpa dua RTsetelah masyarakat mengkonsumsi takjil berbuka puasa.

Menurut Koordinator Karanganyar Emergency Polet, takjil yang diduga penyebab keracunan bukan berasal dari takjil yang dibagi-bagikan di jalan maupun dari masjid. Namun takjil tersebut berasal dari tradisi mereka sendiri. Tradisi yang dimaksud adalah di setiap Ramadhan, warga di sana punya tradisi bertukar makanan antar warga.

Baca juga: Gempar, Remaja 16 Tahun Kendarai VW Kuning Tabrak Polisi Terobos Penyekatan di Prambanan

"Dugaan awal keracunan tersebut berasal dari jaburan atau makanan. Bukan yang dibagikan dijalan atau di masjid, tapi setiap Ramadan, warga memiliki tradisi selalu bertukar makanan," papar Polet saat dikonfirmasi, Minggu 12/5/2021).

Menurut Polet, saat ini proses evakuasi warga yang keracunan tengah dilakukan. Puluhan mobil ambulance dari para relawan dikerahkan untuk membawa warga yang keracunan ke puskesmas.

Namun karena jumlah warga yang keracunan cukup banyak, daya tampung puskesmas tidak bisa menampung warga yang keracunan. Sehingga, sebagian warga yang keracunan langsung dievakuasi ke RSUD Kartini Karanganyar.

Baca juga: Pantau Penyekatan, Kapolri, Panglima TNI, Ketua DPR, dan Menhub Kompak ke Brebes

"Ada 17 ambulance dari relawan dikerahkan untuk proses evakuasi warga. Karena daya tampung puskesmas tak cukup, maka dialihkan ke RDUD Kartini Karanganyar,"jelasnya.

Kapolsek Karangpandan, Iptu Puji Iptu Sri Pujiyanto, dikonfirmasi membenarkan. Menurutnya, sebenarnya makanan yang diduga penyebab masyarakat keracunan itu dikonsumsi saat berbuka puasa pada Sabtu 8 Mei 2021.

Saat itu warga RT. 03 RW. 08 Desa Gerdu. Karangpandan mengkonsumsi Nasi Oseng-oseng kancang panjang, tempe bacem dan telur bacem di Masjid At-Taubah. "Namun pada hari Minggu pagi 9 Mei 2021, korban merasakan mual-mual, pusing. Muntah, pegal di badan karena tidak berkuran kemudian dilaporkan ke Polsek Karangpndan," ujarnya.

Namun jumlah warga yang merasakan gejala serupa terus bertambah. Hingga akhirnya terpaksa dievakuasi ke rumah sakit.

Sedangkan untuk sampel makanan saat ini sudah berada di Laboratorium untuk memastikan penyebab warga keracunan. "Untuk Sempel makanan sudah di bawa Pak Warsito Puskesmas Karangpandan untuk di labUntuk data korban masih pendataan," pungkasnya.

Lihat Juga: Baru Narik 3 Hari Mandra Udah Nabrak Motor Sendiri. Nostalgia Sama Sinetron Si Doel Sekarang!

(msd)

Football news:

Juventus painted the club's logo in rainbow colors as a sign of support for LGBT people
Tottenham can buy Aarons for 30 million pounds. Manchester United and Everton are also in contention for a defender
Brighton refused to sell White to Arsenal for 40 million pounds, but the clubs are in talks
Lineker on the possible choice of England's opponent in the playoffs: If you are afraid to play with France or Germany, you will not win the tournament
Milan, thank you for everything. Chalhanoglu said goodbye to the club, moving to Inter
Inter announced the transfer of Chalhanoglu. Contract - until 2024
Enrique on leaving the Spanish national team: Are you kidding? I'm thinking about extending my contract