Indonesia

Keraton Yogya Tepis Tafsiran Ular Melilit di Pilar Tanda Suksesi Sultan

Jakarta -

Pakar budaya Jawa dari Universitas Indonesia (UI) menilai peristiwa ular melilit saka guru bangunan di Keraton Yogyakarta sebagai pertanda akan adanya suksesi di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Namun pihak keraton menepis dugaan itu.

"Nggak. Menurut saya itu kejadian biasa, jangan dihubung-hubungkan dengan hal yang aneh-aneh," kata Penghageng Tepas Dwarapura (Humas) Keraton Yogyakarta, KRT Jatiningrat, biasa disapa sebagai Romo Tirun, kepada detikcom, Sabtu (24/10/2020).

Justru, munculnya ular di saka guru Bangsal Kemagangan Kompleks Keraton itu adalah bukti bahwa Keraton Yogyakarta ramah lingkungan. Romo Tirun sendiri mengaku tidak pernah membunuh ular yang menampakkan diri.

"Kejadian di Keraton ada ular itu biasa, karena ularnya banyak. Nggak pernah saya bunuh, paling saya buang, saya pindahkan ke tempat lain saja," kata dia.

Dia menjelaskan, ular jenis sawa emprit (Lycodon capucinus) itu menampakan diri pada 8 Oktober 2020, harinya adalah Kamis malam. Dalam kalender Jawa, hari berganti ketika matahari sudah terbenam, maka harinya adalah malam Jumat Pon.

"Tanggal 8 Oktober. Itu pas ada acara peringatan haul Sri Sultan Hamengkubuwono IX," kata Romo Tirun.

Football news:

Roma have 4 wins in 5 rounds of the Eurocup season for the first time
Soboslai could move to Leipzig in the winter if Salzburg fail to qualify for the Champions League play-offs. The midfielder is also of Interest to Bayern
Bale has 200 career goals. He hasn't scored in European competition for 2 years
Fati became socio of Barca, but will not be able to vote in the next election
Jose Mourinho: some Tottenham players coming to visit LASK, Ludogorets, think they don't belong there
Pioli on 4:2 with Celtic: Milan did not lose their head at 0:2 and continued to play as a team
Messi will be at PSG next year. RMC Sport journalist on Barca forward