logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

KPU Jelaskan Perbedaan Revisi Foto dan Visi Misi

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

Jakarta: Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menerima revisi foto pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam surat suara, namun menolak revisi dokumen visi misi. KPU menyebut keduanya merupakan hal yang berbeda. 

"Perubahan dokumen visi misi, program dan validasi data foto dalam surat suara itu sesuatu yang berbeda," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dikonfirmasi, Sabtu, 12 Januari 2019. 

Wahyu mengatakan visi misi merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen pencalonan dan proses itu sudah berakhir. Dengan begitu, dokumen visi-misi sudah tidak bisa diubah lagi. 

Baca: Prabowo-Sandi Dianggap Rombak Total Visi Misi

Namun, KPU tetap mengizinkan pasangan calon untuk menyampaikan revisi visi misi dalam konteks komunikasi politik kepada masyarakat. "Itu hak masing-masing paslon. Jadi yang tak bisa diubah lagi adalah dokumen visi misi resmi-nya," kata Wahyu. 

Pada revisi foto dalam surat suara, semua peserta pemilu diberikan hak yang sama saat rapat validasi dan approval desain surat suara, Jumat, 4 Januari 2019. Berbeda dengan dokumen visi misi, foto juga tidak masuk dalam syarat pencalonan. 

"Karena kita ada melakukan validasi dan aproval kepada seluruh peserta pemilu, tidak hanya kepada peserta pemilu capres cawapres tetapi juga untuk calon anggota DPD, itu dilaksanakan 4 Januari di seluruh wilayah Indonesia," tandasnya. 

(AZF)

Themes
ICO