logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Kritik Madrid, Courtois: Simeone Cari Popularitas!

MADRID – Penjaga gawang anyar Real Madrid, Thibaut Courtois, tampaknya geram mendengar kritik keras yang diutarakan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, kepada timnya. Courtois pun menyebut kritik tersebut sengaja diutarakan Simeone demi mendapatkan popularitas.

Baru-baru ini, Simeone memang mengkritik beberapa penggawa Madrid. Pemain pertama yang mendapat kritikan tersebut ialah Luca Modric. Menurutnya, Modric tak pantas memenangkan trofi Ballon dOr 2018. Trofi tersebut seharusnya diberikan kepada anak asuhnya, Antoine Griezmann, atau bek tengah Madrid, Raphael Varane.

Diego Simeone. Fot: Sportskeeda

Tak hanya Modric, Courtois pun juga turut mendapat kritikan keras dari Simeone. Menurutnya, Courtois bisa meraih penghargaan penjaga gawang terbaik FIFA Awards 2018 lantaran dia kini menjadi penggawa Madrid.

Mendengar kritik tersebut, Courtois tentu tak tinggal diam. Menurutnya, Simeone melontarkan kritik tersebut hanya demi popularitas karena Madrid adalah tim besar yang mendapat sorotan lebih dari publik. Kiper berpaspor Belgia itu pun menegaskan bahwa kesuksesan yang diraih Madrid dan seluruh penggawanya didapatkan berkat kemampuan bukan karena faktor lainnya.

Real Madrid. Foto: Reuters

"Simeone mengkritik Madrid sehingga dia menjadi populer bersama para penggemarnya. Dia selalu melakukannya, menyerang Madrid karena menjadi yang terbaik di dunia. Pendapat setiap orang harus dihormati, semua orang dapat mengatakan pendapat pribadi mereka. Tapi, saya ada di sana (Atletico) selama tiga tahun dan ketika bertarung melawan Real Madrid, yang merupakan tim terbaik di dunia, Anda akan mengatakan hal-hal untuk menghasilkan popularitas,” ujar Courtois, sebagaimana dikutip dari Goal, Minggu (16/12/2018).

"Dalam kasus saya, dia mengatakan saya memenangkan trofi itu (kiper terbaik) karena bermain untuk Real Madrid, tetapi di Piala Dunia, saya masih pemain Chelsea, dan di The Best Award, pemungutan suara ditutup pada Juli. (Kiper Atletico) Jan Oblak juga hebat dan bisa mendapat lebih banyak poin, tetapi tak ada banyak orang yang memilih," tukasnya.

(dji)

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO