Pekanbaru (ANTARA News) - Badan Restorasi Gambut (BRG) menyatakan upaya pemulihan gambut di lahan konsesi milik perusahaan di Provinsi Riau akan dimulai awal 2019.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG Myrna Safitri kepada Antara di Pekanbaru, Jumat, mengatakan restorasi di area konsesi perusahaan pada tahap awal akan mencakup 143.000 hektare lahan gambut.

"Riau baru akan masuk Januari ini. Sampai akhir Desember akan ada 143.000 hektare areal konsesi kehutanan dan perkebunan untuk direstorasi," katanya.

Myrna menjelaskan restorasi lahan gambut di area konsesi merupakan tanggung jawab pemegang izin, BRG hanya berperan memberikan supervisi atau asistensi teknis agar perusahaan dapat menjalankan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dengan benar.

Secara umum, Myrna mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2016 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut kegiatan restorasi di lahan perusahaan dijalankan sesuai rencana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

KLHK akan memerintahkan perusahaan yang lahan konsesinya dinilai rusak untuk menjalankan pemulihan dan upaya pencegahan kebakaran.

"Kami setelah fase ketiga masuk untuk memberikan supervisi hingga tuntas," kata Myrna.

Sejauh ini, dia mengatakan, restorai lahan gambut di area konsesi perusahaan baru dilakukan di Provinsi Kalimatan Barat dan Jambi. Pemulihan gambut di area konsesi Riau baru dimulai Januari 2019.

"Lalu timbul pertanyaan, kenapa tidak 2018? Karena tim pengarah teknis BRG, Gubernur dan Kementerian Lembaga mengacu pada pedoman tim KLHK. Sekarang pedoman disiapkan," jelas Myrna.

Ia menekankan bahwa pengawasan upaya restorasi di lahan gambut konsesi perusahaan sepenuhnya berada dalam kewenangan KLHK dan kementerian teknis, BRG sebatas memberikan asistensi dan pendampingan.

Mengenai lahan gambut di area konsesi perusahaan apa saja yang menjadi sasaran restorasi, Myrna mengatakan bahwa menurut pedoman ada satu atau dua perusahaan pemegang izin yang lahannya tercakup dalam program restorasi, namun tidak menyebutkan nama kedua perusahaan tersebut.

"Satu atau dua perusahaan. Kami baru akan rapat untuk program tersebut," ujarnya.

BRG menargetkan merestorasi 814.714 hektare lahan gambut di Riau. Dari seluruh lahan itu, 707.368 hektare lahan gambut berada di areal perusahaan pemegang konsesi, 43.811 hektare berada di kawasan konservasi, dan 63.535 hektare di kawasan lain.

Selama kegiatan restorasi 2016 hingga 2018 lalu, BRG mengklaim telah memulihkan 78.649 hektare lahan gambut di luar areal konsesi perusahaan.

Baca juga:
Belasan hektare lahan gambut di pesisir Riau terbakar
BRG evaluasi restorasi gambut di Riau

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019