Indonesia

Lemhanas Lakukan Studi Kasus di NTB, Bahas Apa?

LOMBOK TENGAH – Peserta Lemhannas RI PPRA LXII mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam rangka Studi Lapangan Isu Strategi Nasional (SLISN), tentang Evaluasi Terhadap Implementasi Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Dalam kunjungan tersebut, Lemhannas menggelar Forum Grup Discussion (FGD) dengan seluruh stakeholder, dengan narasumber seperti Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bari; Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaedah; Gubernur NTB, Zulkieflimansyah; Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal; Wakil Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Kurniawan,SH.,M.Hum, Managing Director ITDC Mandalika Bram Subiandoro, dan Moderator, Prof. Dr. Dr. med. dr. A.B. Susanto,S.E., M.A., CPM.

Ketua Rombongan Peserta SLISN PPRA LXII Lemhannas RI, Laksamana Muda Suratno mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ke KEK Mandalika dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika NTB, secara holistik dan komprehensif.

“Kedatangan rombongan kami ke Sirkuit Mandalika dengan tujuan untuk mengadakan studi kasus, dan mencoba untuk mengorek permasalahan yang selama ini menjadi polemik di masyarakat sekitar, terkait dengan pembangunan KEK Mandalika yang juga sudah menjadi isu nasional. Karena berdasarkan laporan yang kami terima, pembangunan KEK Mandalika terindikasi ada pelanggaran HAM,” kata Laksamana Muda Suratno di acara Forum Grup Discussion, Selasa (22/6/2021).

Laksamana Muda Suratno pun berharap forum diskusi tersebut bisa menghasilkan solusi yang terbaik untuk kehidupan masyarakat, dalam pembangunan mega proyek pariwisata di Mandalika itu.

“Jika ada masalah dalam pembangunan KEK Mandalika tersebut, cobalah untuk mendiskusikanya sehingga muncul titik temu yang diharapkan bisa menjadi suatu jalan keluar, atau solusi untuk permasalahan tersebut,” tuturnya.

Pasalnya, sambung Laksamana Muda Suratno, proses pembebasan tanah mega-proyek pembangunan pariwisata itu dituding telah melanggar hak asasi manusia (HAM), hal itu berdasarkan sejumlah pemberitaan, jika PBB menuduh pemerintah Indonesia dan Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengembang Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika melanggar HAM masyarakat lokal.

"Mereka (pakar PBB) mengatakan jika dalam proses pembangunan KEK Mandalika, telah terjadi perampasan tanah warga yang agresif, penggusuran dan pengusiran paksa terhadap masyarakat adat Sasak, intimidasi, dan ancaman serta tidak adanya ganti rugi. Itu sebenarnya yang ingin kita coba korek sebenarnya realita apa yang terjadi di sini," sambung Laksamana Muda Suratno.

Lalu, terkait dengan perekrutan pekerja PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), yang tidak melibatkan pekerja lokal yang memang membutuhkan pekerjaan.

"Lalu masalah ITDC yang diduga tidak merekrut pekerja lokal, yang seharusnya bisa berkolaborasi dengan daerah, jadi seharusnya untuk penyelesaian masalah apapun itu harus melibatkan masyarakat sekitar," sambungnya.

Kata Laksamana Muda Suratno, bahwasanya permasalahan sengketa tanah warga sekitar KEK Mandalika dalam proses pencairan, dan beberapa tanah milik warga juga sudah diselesaikan dengan tahap konsinyasi. Namun, yang disayangkan kurang terbukanya ITDC kepada pemerintah setempat.

Football news:

Parti injured his ankle in a friendly game with Chelsea. Arsenal midfielder will be examined tomorrow
Umtiti agrees to leave Barca, but only to a club from the Champions League or claiming the title
Sassuolo is ready to give Locatelli to Juve on loan for 5 million euros with an obligation to buy out at least 30 million
Sofia Pozdnyakova: It's more fun with the audience, the excitement wakes up. But we do not have such a popular sport as football or figure skating. We are used to it
Gilmore is the future of Chelsea. There is an elite pass, speed, and experience will gain in Norwich
Bologna signed Arnautovich. The forward of the Austrian national team was Interesting to Dynamo
Inter may sign Pjanic to replace Brozovic. Marotta was in contact with the Barca midfielder