logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
o
q
y
Nothing found
ICO
starBookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Lingkungan Kerja Berpengaruh Terhadap Kepenatan Seseorang?

SEBAGAI individu dewasa yang bekerja mencari nafkah setiap hari, mau tidak mau kantor atau tempat bekerja memang jadi tempat di mana kebanyakan orang menghabiskan waktu 8 jam bahkan lebih setiap harinya ketimbang di rumah atau tempat-tempat lainnya.

Bekerja sekian jam, apapun pekerjaannya pasti setiap individu pernah merasakan kepenatan atau jenuh di tengah-tengah jam bekerja. Selain karena faktor dari tugas yang diemban, atau beban dari pekerjaan itu sendiri, sering dikatakan bahwa keadaan lingkungan kerja juga memberikan andil alias berpengaruh terhadap kepenatan seseorang. Benarkah demikian?

“Lingkungan kerja pengaruh atau enggak? Sangat berpengaruh, apakah lingkungan kerjanya itu supportif atau tidak, memberikan tuntutan beban yang tinggi atau tidak. Ibaratnya nih, sudah kerjaannya berat atau ribet, kerjanya bikin penat eh orang-orang di sekitarnya enggak ada yang helpful, enggak ada yang supportif. Nah kalau begini, kita (diri sendiri) harus mencari cara untuk melepaskan penatnya tersebut,” jelas Psikolog Tara Adhisti de Thouars saat dijumpai belum lama ini di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Untuk melepaskan rasa penat tersebut, salah satu upaya yang bisa dilakukan memang adalah short break atau jeda sebentar untuk melakukan kegiatan simpel, sesederhana menghela nafas, minum air, relaksasi, ngemil, atau olahraga kecil dan singkat. Namun, apakah yang harus dilakukan jika sudah mengambil short break namun masih juga merasa penat nan mumet?

“Kalau sudah short break tapi masih penat juga, ya mau enggak mau kita harus cari kegiatan apa nih yang bisa bantu diri kita merasa recharge. Ganti suasana sebentar, misalnya turun ke basement, atau naik ke lantai atas, kalau kantor atau tempat kerjanya ada taman ya bisa ke taman, melihat sesuatu yang berbeda, mengubah pandangan kita itu bisa nolong banget,” imbuhnya.

Namun jika merasa segala cara yang dijelaskan di atas sudah dilakukan dan tetap merasa masih penat juga ketika bekerja. Kemudian apakah mengganti profesi atau pindah bekerja menjadi suatu pilihan?

“Pindah pekerjaan, tidak segampang itu sih ya. Namun jika pekerjaan dirasa memang terlalu berat, tidak bisa handle terus menerus walau sudah short break, enggak bisa ngerjain terus-terusan, stres dan penat terus-terusan. Ya boleh dipikir untuk berganti karier mungkin,” tandasnya.

(tam)