Indonesia

Massa Tolak Omnibus Law di Depan DPRD Sulsel Bubar, Lalin Kembali Lancar

Jakarta -

Massa yang menolak RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan gedung DPRD Sulawesi Selatan, membubarkan diri. Arus lalu lintas yang semula macet parah di lokasi kini kembali lancar.

Pantauan di depan Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (14/8/2020), massa aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 17.50 Wita. Puluhan anggota polisi dari berbagai satuan yang awalnya bersiaga di lokasi juga bersiap membubarkan diri.

Diberitakan sebelumnya, massa mahasiswa dan buruh menggeruduk Kantor DPRD Sulsel hari ini. Massa aksi sempat menduduki badan jalan sehingga memicu kemacetan parah di Jalan Urip Sumoharjo arah Kantor Gubernur Sulsel maupun arah sebaliknya.

Massa memprotes RUU Cipta Kerja yang diajukan Pemerintah ke DPR RI karena berujung penghapusan 79 Undang-undang. Massa menganggap kesewenang-wenangan kepada rakyat kecil akan semakin sering terjadi bila RUU Cipta Kerja tersebut disahkan menjadi Undang-undang.

"Dari itu, penggusuran, penyingkiran hak masyarakat adat, perusakan lingkungan, krisis pangan, penyingkiran hak-hak para pekerja, liberalisasi sektor publik (kesehatan dan pendidikan) menjadi hal yang akan sering kita jumpai," ujar seorang mahasiswa di lokasi, Ardiansyah.

(idn/idn)

Football news:

Godin moved from Inter to Cagliari
Head Of Atletico: Bartomeu will be one of the great presidents of Barca. History will prove him right
Referee Taylor awarded a penalty to Bayern for Alaba's foul on Rakitic. Ocampos scored
Another night when we are not at ease: A sad picture of the fall of Rostov in European competitions
Valery Karpin: Rostov, having scored a goal, got hooked psychologically, stopped pressing. In the End, there were no forces
Glebov received a red card for a foul on a Maccabi player in midfield. Var on match no
Aaron Ramsay: Under Pirlo, Juve players have more fun