Indonesia

Menikmati Sunset Yogya dari Ketinggian Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - Menikmati Yogyakarta tidak hanya dengan berkunjung ke beberapa tempat yang main stream seperti Keraton, Candi Prambanan dan Jalan Malioboro.

Namun menikmati suasana sore menjelang matahari kembali ke perpaduan menjadi hal yang sangat mengesankan. Apalagi dari ketinggian sehingga setelah matahari tenggelam, gemerlap lampu di Yogya menambah syahdu suasana menjelang malam.

Suasana syahdu dan juga romantis ini bisa kita nikmati di salah satu lokasi restoran sekalian taman pemandangan di HeHa Sky View, yang berada di Patuk, Gunungkidul.

Di lokasi ini kita akan dimanjakan dengan suasana ketinggian dengan desiran angin malam. Saat ini restoran yang membuat konsep menarik menjadi salah satu destinasi wisata andalan ini mulai kembali melayani masyarakat serta wisatawan.

Dengan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari pengaturan suhu, wajib memakai masker dan tempat cuci tangan serta hand sanitizer yang mudah dijangkau menjadikan lokasi ini sangat rekomended untuk dikunjungi.

"Kami mulai buka kembali setelah Pandemi Corona melanda pada 15 Juni lalu," ungkap Operasional Manager HeHa Sky View Aprio Rabadi kepada SINDOnews, Kamis (18/6/2020).

Diakuinya dengan mulai diberlakukannya New Normal di berbagai sektor industri, menjadi harapan banyak pihak untuk dapat menghidupkan kembali roda perekonomian daerah. Demikian pula dengan sektor Pariwisata, Hotel dan Restoran mulai bersiap untuk menata diri pada kondisi kenormalan yang baru.

"Dan dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang berlaku, HeHa Sky View bersiap untuk kondisi kenormalan yang baru, maka HeHa Sky View kembali dibuka kembali," ulasnya.

Benar saja begitu objek wisata baru ini mulai dibuka, banyak sekali pengnjung yang datang untuk menikmati senja dari lokasi yang berada di pinggir jalan Patuk-Dlingo ini.

Pengelola pun menerapkan protokol yang sangat ketat. Di antaranya adalah batas suhu maksimal pengunjung 37,3 derajat, kemudian restoran maksimal 50 persen pengunjung. Begitu juga dengan penerapan jarak aman sehingga keasyikan menikmati senja dan melihat Yogyakarta sangat aman dengan protokol kesehatan.

Marketing HeHa Sky View, Noer Wijayanti menambahkan pihaknya memang ketat memberikan layanan dns juga penerapan protokol kesehatan ini.

"Bahkan kaki juga akan menolak apabila di dalam sudah sesuai aturan. Jadi pengunjung mai minta anter di luar atau menikmati lokasi lain. Kami benar benar ketat dengan pembatasan, demi kenyamanan dan juga kesehatan di saat Pandemi," ulasnya.(Baca juga : Alat Rapid Test Buatan UGM Ini Mulai Diujicoba)

Sementara salah satu pengunjung Ira mengatakan, dia sengaja datang ke Heha karena sudah bosan bersds di rumah. Namun demikian dis sangat takut menuju lokasi kerumunan seperti Mall dan juga bebroa pusat perbelanjaan.

"Namun di Heha lain, disini kita lebih safe karean protokol kesehatan mulai masuk hingga cara penyajian makanan dan jarak duduknya diatur. Jadi cocok bagi yang sudah bosan di rumah," tutur pengunjung asal Kota Yogyakarta ini.

(nun)

Football news:

Don't talk behind our backs, go out on the field and fight with us. Pep's possible appeal to Jose, Klopp and the world
Robertson Pro 1:2 with Arsenal: the Result is disappointing. But next week, the 30-year wait will end!
Bruno Fernandes: Ronaldo is the most technical player I have seen
Solskjaer on Chelsea: They have 48 hours more rest before the Cup semi-final. It's not fair
Bayer wants about 100 million euros for Havertz. He will not be released until the end of the Europa League draw
Manchester City presented their home form for the 2020/21 season. It has a white pattern
Pirlo will lead Juventus U23