logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Menjajal BMW 330i M Sport, Begini Sensasinya

JawaPos.com – BMW Tunas baru saja meluncurkan varian mobil premium terbarunya, BMW 3 Series teranyar 330i M Sport. All New BMW 330i M Sport dibanderol dengan harga Rp 1,15 miliaran On The Road (OTR) Jakarta.

All New BMW 330i M Sport sendiri merupakan mobil BMW terbaru yang hadir di Indonesia dan dibawa oleh BMW Indonesia untuk kembali mengisi keluarga 3 Series. Sebelumnya, mobil tersebut dikenalkan pada Paris Motor Show 2018.

Di Indonesia, debut BMW 330i M Sport sendiri dimulai pada awal Juli lalu. Sementara perkenalan perdana mobil tersebut mengambil momen pameran otomotif Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019.

Untuk BMW 330i M Sport sendiri JawaPos.com diperkenankan merasakan langsung sensasi mobil sedan premium besutan pabrikan Jerman itu pada peluncurannya di BMW Tunas, Kamis (22/8). Penasaran dengan impresi kami atas mobil tersebut, berikut ulasannya.

Sebelum membagikan pengalaman menjajal sedan mewah terbaru dari BMW itu, perlu diketahui ihwal keluarga BMW Seri 3. Bayerische Motoren Werke, atau dalam Bahasa Inggris, Bavarian Motor Works (BMW) untuk keluarga mobil Seri 3 dimulai pada 1975.

Pada tahun tersebut, BMW Seri 3 pertama lahir dengan tipe E21 dan menjadi sedan eksekutif pengganti tipe 2002 Coupe hingga 1983. Tahun-tahun berikutnya, lahir tipe-tipe BMW Seri 3 lainnya yakni E30, E36, E46, E90, F30 dan yang paling anyar di keluarga Seri 3 BMW memiliki tipe G20 yang melingkupi seri BMW 3 Series terbaru.

BMW 3 Series menjadi model mobil BMW yang paling sakral di seluruh pasarnya di dunia. Hal tersebut diamini langsung oleh pihak BMW dengan mencatat lebih dari 15 juta unit Seri 3 terjual di seluruh dunia.

Selain itu, BMW 3 Series juga menjadi model paling sukses dengan 7 generasi berhasil diluncurkan sejak tahun 1975 silam. Tentunya, ada banyak varian dari Seri 3 yang melenggang dan mengaspal di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Di Indonesia, popularitas BMW Seri 3 semakin melejit lantaran hadir di film remaja tahun 1980-an berjudul Catatan Si Boy pada 1987. Dalam film tersebut, BMW Seri 3 dengan tipe E30 menjadi tunggangan sang pemeran utama, Boy dalam memikat cewek-cewek cantik dalam film tersebut.

Populer di film Catatan Si Boy, BMW Seri 3 E30 langsung menjadi tren. E30 seakan menjadi mobil yang wajib dimiliki oleh ‘remaja tajir’ pada zaman tersebut. Hingga kini, BMW Seri 3 E30 malahan populer dengan sebutan ‘BMW Mas Boy’ dan masih digemari oleh para penyuka BMW.

Eksterior dan Interior
Kesan pertama tentu saja dimulai dari sektor eksterior dan perlahan masuk ke bagian interior. Di bagian eksterior, BMW 330i M Sport membawa desain yang lumayan berbeda dari pendahulunya yang sudah lebih dulu mengaspal.

Pada bagian luar, BMW 3 Series generasi G20 tampak memiliki postur lebih besar. Hitung-hitungannya, mobil ini memiliki panjang 4.709 mm, lebar 1.827 mm dan tinggi 1.442 mm. Ukuran BMW 3 Series terbaru ini menurut kami saat ini sama gambotnya dengan besaran BMW 5 Series.

Interior All New BMW 330i M Sport (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Di bagian depan, BMW 330i M Sport terbaru masih mengemas desain kidney grill khas BMW yang tak lekang oleh waktu dari masa ke masa. Kamu para Bimmers (penyuka mobil BMW) pasti sudah akrab dengan grill demikian.

Grill BMW 330i M Sport diapit oleh dua buah rumah lampu utama. Masing-masing rumah lampu mengemas dua buah lampu yang secara keseluruhan membuat BMW Seri 3 ini memiliki empat buah lampu utama di bagian depan. Desain lampu demikian juga merupakan warisan dari BMW Seri 3 lawas yang terkenal dengan konsep quad lamp, termasuk ‘BMW Mas Boy’.

Pada bagian depan BMW 330i M Sport membawa kesan garang, tegas, dan berani melalui lekukan di area lampu utamanya. Itu hal baru yang dilakukan BMW untuk mobilnya. Kesan sporty juga kental terasa oleh adanya fog lamp, kisi angin bawah grill, dan lekukan bumper bagian depannya.

Masih di bagian lampu depan, BMW 330i M Sport terbaru juga telah dilengkapi Adative LED Headlights lengkap dengan fitur BMW Laserlight dan BMW Selective Beam LED fog lights. Fitur tersebut sebelumnya hanya terdapat di The All New BMW X5.

Interior All New BMW 330i M Sport (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Bergeser ke belakang, BMW 330i M Sport ini memiliki bokong yang semok. Semakin menambah kesan sporty namun tetap cantik. Di area bekakang sektor lampunya juga mengikuti bagian depan, tegas dengan garis-garis patahan yang terlihat.

Pada bagian bawah, ada dua buah knalpot menambah kesan racing pada mobil ini dengan sentuhan sedikit warna hitam di area bumper dengan tambahan lampu warna kucing terselip di area lampu rem utama, bumper dan bagasi. Di bagian belakang terlihat kamera mundur built-in, beberapa sensor yang juga ada di bagian depan dan logo BMW lengkap dengan emblem 330i.

Masuk ke dalam, kesan mewah langsung terasa. Jelas, namanya juga mobil mewah. Interior dengan warna hitam mendominasi bagian dalam. Material kulit dan soft touch juga mendominasi area kabin mobil ini dipadukan dengan beberapa instrumen canggih dalam mobilnya. Lihat saja pada gambar, area cluster meter hadir dengan layar LED yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan pengguna.

Interior All New BMW 330i M Sport (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Sektor entertainment mobil ini juga lengkap dan canggih. Ada lagi layar di tengah yang bisa menampilkan beragam informasi kepada pengguna mobil ini. Kendali entertainment dan sistem kemudi lainnya juga bisa ditemukan dengan beberapa penempatan tombol seperti di area stir, pintu pengemudi utama sampai ke sisi depan kanan stir, dan konsol tengah berdekatan dengan tuas transmisi ada Joy stuck yang bisa digunakan.

Di area konsol tengah ada beberapa compartment. Satu di di bawah hand rest pengemudi dan penumpang depan dan satu lagi di bawah kontrol AC dengan tray buka dan tutup untuk menyimpan botol atau tempat minum.

Sementara jika duduk di kursi penumpang, konsol tengah juga dijadikan tempat AC bagian belakang dan beberapa kontrolnya bisa langsung di jumpai. Posisinya ada ditengah persis, tingginya kira-kira se lutut orang dewasa.

Rian Alfianto/JawaPos.com

Padda bagian atas mobil dari luar atau dalam bisa ditemui sunroof, standard wajib mobil mewah masa kini yang juga mulai banyak hadir di mobil kelas menengah. Sunroof pengaturan buka dan tutupnya hanya bisa dilakukan dari depan, baik pengemudi atau penumpang bagian depan. Dari belakang tidak bisa.

Ketika terbuka, baik kacanya ataupun trim atapnya, penumpang belakang tak bisa terlalu leluasa memandang ke arah langit. Sunroof hanya bisa terbuka sampai batas konsol tengah AC bagian belakang saja jika diukur dengan jarak perkiraan. Selebihnya jika ingin melihat pemandangan langit atau perkotaan pada malam hari, penumpang belakang harus sedikit maju duduknya.

Fitur dan Performa
Terlahir sebagai sedan mewah, BMW Seri 3 ini tentu hadir dengan beragam tawaran fitur yang menarik. Tak akan cukup kalau kami kupas semua. Beberapa fitur yang ada pada mobil ini sebut saja seperti instrument cluster digital 12.3 inci BMW Live Cockpit Plus di bagian depan serta pada sisi tengah menggunakan layar sentuh Control Display 10.25 inci yang menjalankan iDrive 7.0.

Fungsi entertainment-nya juga sudah mendukung teknologi perintah suara atau voice command untuk beragam kebutuhan pengguna. BMW juga melengkapi 330i M Sport ini dengan sistem hiburan mobil dengan dukungan slot USB Port, wireless charging, dan sistem Apple CarPlay.

All-New BMW 330i M Sport 2019 juga menjadi model BMW 3 Series yang mulai menggunakan sistem tombol rem parkir plus mode Auto Hold. Selain itu, untuk fitur control bagi pengemudi ada mode berkendara mobil BMW bisa ditemukan di mobil ini, dengan pengaturan yang lebih beragam dari Comfort, ECO PRO, Sport, dan Adaptive. Sedangkan untuk tombol Engine Start Stop diposisikan di atas tombol Driving Experience Control, dan di atas tombol Engine Start Stop berkaitan dengan sistem Parking Assistant, Auto Start/Stop Function, dan DSC Off.

Jeroan mesin All New BMW 330i M Sport (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Fitur inovatif lainnya adalah Reversing Assistant, selain mengedepankan Park Assist yang merupakan fitur otomatis. Reversing Assistant ini singkat kata merupakan fitur yang berfungsi untuk menghindari jalan buntu. Sistem ini akan membaca manuver mobil sejauh 50 meter, dan akan menggerakan mobil untuk mundur ke posisi sebelumnya dan mengikuti gerakan yang sama tersimpan oleh sistem jika menemui situasi mobil tak bisa lagi maju.

Untuk keselamatan berkendara, BMW juga melengkapi mobil ini dengan fitur canggih seperti Lane Departure Warning, Collision and Pedestrian Warning with City Braking Function, Park Distance Control, Dynamic Cruise Control, kamera belakang serta sistem seatbelt dan Airbag sebagai standard utama.

Sementara untuk mesin, 330i M Sport BMW menggendong mesin 2.0 liter BMW TwinPower Turbo 4-cylinder petrol engine with twin-scroll turbocharger with Valvetronic, Double VANOS dan High Precision Injection. Catatan pabrik, BMW 330i M Sport dengan jantung tersebut bisa menghasilkan total figur performa 258 hp dan torsi 500 Nm, atau 6 hp / 50 Nm lebih besar jika dikomparasi dengan BMW 330i versi F30 pendahulunya.

Terakhir di sisi performa yakni sistem kaki-kaki. BMW 330i M Sport mengadopsi Adaptive M Suspension dengan per M Sport Suspension, serta dipadukan dengan Hydraulic Stop Damper, Electronic Controlled M Sport Differential, dan setir Variable Sport Steering. Hal tersebut dapat menunjang kinerja mesin dan tentunya embel-embel ‘Sport’ pada mobil ini. Mobil ini juga dilengkapi velg 18 inci M light alloy Doublespoke style 790 M wheels.

Impresi
JawaPos.com menjajal langsung mobil ini. Duduk di kursi penumpang belakang, jelas tampak nyaman. Pengukuran kami, penumpang belakang dengan tinggi hampir dua meter masih memiliki ruang kaki yang lega. Jika kursi penumpang depan terisi, sementara jika kosong dan dimajukan lagi, ruang kaki akan terasa semakin lega.

Duduk sebagai penumpang belum puas. Bagi kami, seluruh mobil BMW memang driver oriented. Artinya, seluruh fitur, kecanggihan, performa dan kenyamanan hanya bisa diperoleh ketika mengemudikan mobil ini sendiri. Ini tertanam sejak dulu. Lain dengan Mercedes-Benz yang memang lebih pas menjadi penumpang, duduk manis dan sampai ke tujuan dengan nyaman.

Akselerasi mobil ini berdasarkan pengalaman kami cukup cepat. Mobil dalam mode sport dapat melejit dari nol sampai 100 km/jam dalam waktu 5.8 detik saja. Impresi lainnya juga datang dari style berkendara yang halus, empuk namun tetap bisa diandalkan kala ingin memacu adrenalin lebih tinggi lagi. Tinggal alihkan ke mode Sport dan injak pedal gas, mobil dapat melesat cepat.

Bantingan mobil ini juga halus meski embel-embelnya adalah Sport. Artinya, mobil tetap bisa diajak berkendara casual walaupun DNA-nya adalah DNA balap.

Kecanggihan fitur di dalam mobil dan fungsi entertainment tak banyak kami hiraukan. Kami fokus pada feel berkendara, sensasi tancap gas, dan meliuk menghindari macetnya jalan Dr. Soepomo, Tebet, sampai ke bundaran Patung Pancoran.

Untuk fitur voice command, ada dua buah microphone diletakan di bagian atas depan pengemudi dan penumpang depan. Perintah saja, mobil akan menuruti kemauan pengguna. Area layar tengah juga bisa dijadikan sebagai petunjuk dan beberapa informasi penting mobil. Namun untuk penggunaan di jalan, kami fokus pada fungsi GPS saja.

Overall, menjajal mobil ini jelas menyenangkan. Segala fitur, kecanggihan dan performa yang memukau kami rasa wajar. Jelas saja, ini mobil mewah dengan banderol tak murah.

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO