Indonesia

Meski Infeksi Terus Meningkat, Trump Tegaskan Tak akan Kembali 'Tutup' AS

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menegaskan, dia tidak akan kembali menerapkan penguncian di AS. Pernyataan ini datang meski adanya peningkatan kasus infeksi Covid-19 di beberapa negara bagian AS.Seperti diketahui, AS menutup restoran, gimnasium, sekolah, dan lokasi lainnya pada bulan Maret ketika negara itu bersiap untuk menghadapi virus Corona, yang sejauh ini telah menginfeksi 2,16 juta orang dan menewaskan hampir 118 ribu orang di AS.

(Baca juga: Bertambah 1.331, Total Kasus Positif Corona di Indonesia 42.762)

"Kami tidak akan menutup negara ini lagi. Kami tidak perlu melakukan itu," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (18/6/2020).

Komentar Trump muncul setelah penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow dan Menteri Keuangan, Steven Mnuchin mengatakan bahwa AS tidak bisa lagi melakukan penguncian, khususnya ekonomi. Ini karena, penguncian wilayah sebelumnya telah benar-benar menghancurkan ekonomi AS.

(Baca juga: Minimalisir Penularan COVID-19, Pemprov DKI Siapkan Jalur Khusus Sepeda)

Jutaan orang AS diketahui harus kehilangan pekerjaan dan tempat usaha mereka karena pandemi ini. Untuk mendorong perekonomian dan kehidupan warganya, pada Maret lalu AS telah meluncurkan stimulus ekonomi sebesar USD 3.200 triliun.

(esn)

Football news:

Fiorentina wants to get Higuain as part of Chiesa's exchange to Juventus
Direct shots from a corner are a deliberate technique of the team from Portugal. Scored the winning goal in the 91st and moved closer to the Europa League
Brescia reported that Balotelli weighs 100 kg. He gained 8 kg of extra weight
60 years ago, the USSR team was the first to win the Euro
The Premier League admitted that incorrect penalty decisions were made in all of Thursday's matches
Manchester United of the mid-90s, Flamengo of the 70s, England of the 80s: 101 best forms in the history of football (first part)
UEFA President: The memory of the Soviet victory at Euro 1960 will live long