logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Musrenbang RPJMD Sumut, Edy Rahmayadi Dituntut Tepati Janji

Musrenbang RPJMD Sumut, Edy Rahmayadi Dituntut Tepati Janji

Mendagri Tjahjo Kumolo membuka Musrenbang Sumut di Kota Medan. (Dok Humas Pemprov Sumut)

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo hadir dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Kota Medan, Selasa (22/1). Dalam kesempatan itu, Tjahjo mengingatkan, agar Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakilnya Musa Rajekshah, untuk menepati janji politiknya.

Tjahjo menjelaskan, janji politik yang disampaikan oleh kepala daerah pada masa kampanye adalah hutang politik. Sehingga, janji itu harus dipenuhi dan dijalankan lewat Musrenbang.

"Janji saat kampanye itu kan hutang politik. Harus dijabarkan dalam Musrenbang ini," katanya.

Musrenbang RPJMD Sumut, Edy Rahmayadi Dituntut Tepati Janji
Mendagri Tjahjo Kumolo membuka Musrenbang Sumut di Kota Medan. (Dok Humas Pemprov Sumut)

Tak sampai di situ, kata Tjahjo, untuk mengejawantahkan janji-janji tersebut juga harus memperhatikan program nasional. Karena, program-program yang disusun tidak boleh malah kontraproduktif dengan program pemerintah pusat.

Dengan demikian, sinergitas dan konektifitas ini akan menjadi satu-kesatuan pembangunan yang berkesinambungan. "Harus ada konektifitas kebijakan pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Musrenbang ini memastikan hal itu," ujarnya.

Seluruh kepala daerah, lanjut Tjahjo, sedang diuji untuk mewujudkan janji politiknya. Apalagi mereka harus dihadapkan perhelatan akbar Pemilu 2019.

Menurut Tjahjo, ini merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama-sama oleh seluruh kepala daerah secara arif. Supaya tujuan pembangunan ditengah masyarakat tetap berjalan dengan baik.

"Ini memang menjadi tantangan, karena awal tahun ini diawali konsolidasi demokrasi. Saya kira jangan sampai terganggu, semua harus tepat sasaran dan tepat waktu dalam menjalankan tahapan-tahapan yang ada," pungkasnya.

Edy tidak hadir dalam Musrenbang tersebut. Edy tidak hadir karena tengah berada di luar kota. Hanya Musa Rajekshah (Ijeck) yang mendampingi Tjahjo selama di pembukaan Musrenbang.

Dalam kesempatan itu, Ijeck menyampaikan bahwa, mereka sudah menetapkan lima skala prioritas yang telah dijabarkan dalam RPJMD. Itu merupakan upaya pencapaian visi dan misi mereka.

Kelima skala prioritas tersebut yakni, peningkatan kesempatan kerja; pemenuhan akses pendidikan; pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan; penyediaan layanan kesehatan berkualitas; dan peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata.

"Terwujudnya Sumut yang maju, aman, dan bermartabat pastinya tidak dapat dilakukan oleh Pemprov Sumut semata. Diperlukan kerja bersama atau kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota, perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat. Kami selaku pemprov tentunya memerlukan dukungan, apalagi terhadap perwujudan beberapa rencana proyek strategis lainnya," ucap Ijeck.

Ada beberapa proyek strategis yang juga akan dilakukan. Antara lain, pembangunan sport center bertaraf internasional; peningkatan konektivitas perkotaan kawasan Mebidangro melalui pembangunan light rail transit; jalan akses pariwisata seperti menuju kawasan Berastagi; Danau Toba; dan Bahorok.

Kemudian penataan kawasan bernilai budaya dan sejarah seperti kawasan Barus, Pusuk Buhit, dan situs Putri Hijau, kawasan pantai barat dan kepulauan Nias, pembangunan sekolah, dan lainnya.

Editor           : Budi Warsito
Reporter      : prayugo utomo

Themes
ICO