Indonesia

Operasi Yustisi Digelar di Sukomanunggal, Pelanggar Mulai Menurun

JawaPos.com–Operasi yustisi terus dilakukan petugas gabungan. Pada Kamis (24/9) malam, petugas gabungan melakukan operasi di sepanjang Jalan Raya Simo Kalangan–Banyu Urip. Mereka dari polsek, koramil, LPMK se-Kecamatan Sukomanunggal, RW se-Simomulyo, Bonek Simo Area, Linmas, dan Satpol PP.

Operasi ini dimulai sejak pukul 21.00 dengan menyasar pengguna jalan dan pedagang pasar. Kapolsek Sukomanunggal Christian Manapa menyatakan, operasi wilayah dilakukan bukan karena ada laporan. Tapi biasa dilakukan rutin tempat tersebut.

”Jadwalnya pagi dan malam. Kadang siang juga. Sosialisasi sudah tidak dilakukan. Langsung penindakan berupa penilangan tidak pakai masker,” ungkap Christian Manapa.

Sejak operasi dilakukan, Christian Manapa mengatakan, remaja paling banyak menjadi pelanggar. ”Mereka langsung disidang. Sejak awal operasi penindakan, menangkap total lebih dari 50 orang. Minggu ini agak berkurang,” ujar Christian Manapa.

Dalam operasi malam itu, petugas menyatakan terdapat 9 penangkapan. ”Terdapat 7 KTP, 1 SIM, 1 STNK. Hari ini ada penurunan. Nanti diarahkan ke Polrestabes. Untuk mobil ada denda 100 ribu rupiah, sementara untuk motor 50 ribu rupiah,” ujar Christian Manapa.

Isroni Haryanto, wakil ketua LPMK se-Surabaya Barat mengungkapkan, operasi rutin dilakukan tiap tiga hari sekali. Meski angka Covid-19 di Surabaya mulai menurun, hal itu bukan menjadi alasan untuk melonggarkan protokol kesehatan.

”Pasar sudah dilakukan sosialisasi. Jadi di sini dilakukan penegakan. Saya merasa kalau penegakan intens dilakukan, otomatis warga makin terbiasa. Kebanyakan anak muda yang melanggar. Jadi masih bisa diatur,” ujar Isroni yang juga ketua Ajang Silaturahmi Pariwisata (Asipa) Jawa Timur.

Sementara itu, Muhammad Azwar Anas, ketua Bonek Simo Area yang turut bergabung mengatakan, suporter walaupun tidak ada pertandingan tetap melakukan hal positif. ”Sudah 2 bulan mengikuti total ada lebih dari 10 kali operasi kami ikut. Bonek mau ikut menyelesaikan Covid-19 dan mengimbau masyarakat,” kata Azwar Anas.

Operasi dilakukan tiap tiga hari sekali. Harapannya, warga bisa lebih awas dan memperhatikan protokol kesehatan. ”Senin lalu, ikut operasi yustisi. Dalam 1 jam, ada 20 pelanggar. Rata-rata pengendara motor dan mobil. Biasanya dari pasar atau pulang kerja. Jalanan sini kan macam-macam yang lewat,” ujar Magdalena Tonay, ketua RW 7 Sukomanunggal Baru.

Salah satu yang melanggar, Rian, 21, mengaku pengap dan melepas masker saat berkendara. ”Iya, pengap banget. Makanya disimpan di saku jaket,” tutur Rian malu sambil menyerahkan KTP.

Saksikan video menarik berikut ini:

Football news:

Fati is the youngest goalscorer in the Clasico. He broke Raul's 1995 record
Ramos is playing his 31st match against Barca for Real Madrid in La Liga. He repeated the record of Raul and hento
Pep Guardiola: Manchester City lost 7 points - that's a lot. But problems arose for various reasons
Sandro Schwartz: Dynamo played intensely and scored 3 goals. We wanted to be more active in the attack
The tour in Italy started with a cool comeback with 6 goals. But it was difficult to see, because the main star was a dense fog
Guardiola supported Aguero, who put his hand on the shoulder of the female referee: Everything was fine. He has repeatedly put his hand on me
Courtois before Clasico: The best nine in the world is playing in Real Madrid