logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Pembekuan Lema Unhas, Mantan Presiden KMKM Angkat Bicara

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Birokrasi Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memberikan tekanan terhadap Lembaga Mahasiswa (Lema) untuk mengikuti Keputusan Rektor Nomor 1831/UN4.I./KEP/2018 tentang Organisasi Kemahasiswaan (PR-ORMAWA). Lema yang dinyatakan membangkang langsung dibekukan.

Banyak pihak yang menilai aksi pembekuan tersebut terkesan mengekang, bahkan bisa dikatakan mengekang kebebas dan indevendensi mahasiswa. Salah satunya dengan beredarnya petisi penolakan Keputusan Rektor Nomor 1831/UN4.I./KEP/2018 tentang Organisasi Kemahasiswaan (PR-ORMAWA) yang dinilai merugikan mahasiswa.

Salah seorang mantan aktivis Fakultas Kehutanan, Rasyidin. Dia mengatakan putusan kampus berkaitan dengan pembekuan BEM cukup aneh. Pihak kampus sudah sejak lama menginginkan orang-orang yang berkecimpung di organisasi mengikuti satu warna keorganisasian. Yaitu adanya satu organisasi badan eksekutif mahasiswa di tingkat universitas yang menjadi simbol dan satu-satunya lembaga atau organisasi kemahasiswaan yang diakui oleh rektorat atau pihak kampus.

“Tujuannya sehingga dalam penataan organisasi lingkup Unhas dapat lebih mudah dikelola dengan struktur orang yang kurang lebih sama se-Indonesia. Karena bersifat keinginan penguasa untuk mengatur atau menata kelola organisasi ini supaya seragam dan tidak ada lagi warna-warni yang lebih dinamis lebih hidup seperti zaman dulu maka penguasa mengambil strategi pendekatan kebijakan dan kelembagaan sebagai alat untuk menekan orkemas,” ungkapnya. (edo)

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO