Indonesia

Pemeriksaan Kejiwaan Terhadap Pelaku Mutilasi Rinaldi Tak Akan Pengaruhi Penerapan Pasal Pidana

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Reserse Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memastikan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku mutilasi Rinaldi Harley Wismanu (32) tak akan memengaruhi penerapan pasal pidana terhadap tersangka.

"Itu dites kejiwaannya tapi tidak banyak berpengaruh terhadap penerapan pasal. Itu hanya untuk pendalaman saja kenapa orang melakukan kajian itu," kata Tubagus kepada wartawan, Minggu (20/9/2020).

Tubagus mengatakan kedua pelaku dipastikan tidak mengalami gangguan jiwa.

Pemeriksaan kejiwaan hanya sebagai kajian dalam proses penyelidikan terhadap tersangka.

"Yang berpengaruh itu kejiwaan itu kaitannya pada hukum pidana hanya pasal 44 kalau dia gila. Faktanya dia nggak gila, tidak masuk kriteria itu dan tidak mempengaruhi penerapan pasal," jelasnya.

Baca: Kejamnya Pasangan Kekasih DAF-LAS, Rinaldi Diperas Setelah Bersetubuh Lalu Dimutilasi Jadi 11 Bagian

Dia mengatakan kedua pelaku juga selama ini telah menjalani pemeriksaan secara normal. Dalam kasus ini, pelaku juga merencanakan aksi kejinya secara terencana.

"Selama ini sudah direncanakan. Artinya dia itu bisa dilakukan sebagai orang yang bertanggung jawab lah dan dia mampu mempertanggung jawabkannya itu," ujarnya.

Football news:

Ozil on not being included in Arsenal's Premier League bid: Very disappointed. Loyalty is rare today
Ronaldo has a bald haircut: Success is measured by the obstacles you overcome ­čśë ­čĺ¬ ­čĆŻ
UEFA on the European Premier League: She's bound to get bored. The Champions League is the best tournament in the world
Salzburg sold Holand and Minamino - and has already gathered new potential stars. The season started with 35 goals in 8 games
Sulscher twice outplayed Tuchel: first he mirrored the scheme (helped to contain), and then released Pogba in time (helped to add to the attack)
Barcelona - the first team to score for two 17-year-old players in a Champions League match
Atalanta's development has reached a crucial point: the club will soon turn into either Napoli or Roma. Miranchuk - a symbol of change