logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Penelitian Ungkap Dampak Minum Kopi Bagi Kesehatan Pencernaan

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

JawaPos.com – Minum kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas. Bagi sebagian besar orang, minum kopi juga bisa meningkatkan mood. Tak hanya dikaitkan dengan kesehatan jantung, ternyata juga berdampak baik untuk pencernaan.

Dilansir dari Medical News Today, Senin (11/11), penelitian terbaru menunjukkan bahwa peminum kopi rutin memiliki komposisi bakteri yang lebih sehat dalam usus mereka. Minum hanya satu cangkir dapat melawan lemak tidak sehat, mengurangi peradangan yang terkait dengan obesitas, atau bahkan melindungi otak hingga usia lanjut.

Penelitian ini menyoroti mekanisme hubungan antara kopi dan kesehatan mikrobiota usus, yang dilakukan oleh para ahli. Yakni Li Jiao, seorang profesor kedokteran-gastroenterologi di Baylor College of Medicine di Houston, TX. Dia juga seorang peneliti di Pusat Inovasi dalam Kualitas, Efektivitas, dan Keselamatan di Pusat Medis Michael E. DeBakey VA. Lalu ada Shawn Gurwara, juga dari Baylor College, yang merupakan penulis yang mempresentasikan temuan ini di American College of Gastroenterology (ACG) Pertemuan Ilmiah Tahunan 2019, yang berlangsung di San Antonio, TX.

“Banyak manfaat konsumsi kopi dalam melawan penyakit metabolisme. Kami memeriksa apakah ‘kafein’ fitokimia dalam kopi memberi efek menguntungkan itu,” kata dr. Jiao kepada Medical News Today.

Jiao dan tim mengamati hubungan antara konsumsi kafein dan komposisi serta struktur mikrobiota usus besar. Untuk melakukannya, para ilmuwan meminta 34 peserta untuk menjalani pemeriksaan kolonoskopi dan endoskopi untuk memastikan kesehatan usus mereka.

Lalu, para peserta diminta menjawab kuesioner  guna mengevaluasi asupan kopi harian. Tim membagi kelompok dengan 2 kategori. Pertama, kelompok dengan asupan kopi konsumsi tinggi – yaitu, setidaknya 82,9 miligram (mg) per hari. Kelompok 2 adalah kelompok dengan konsumsi kopi rendah, yaitu kurang dari 82,9 mg setiap hari.

Hasil Penelitian

Analisis mengungkapkan bahwa konsumen kafein yang tinggi memiliki tingkat genera bakteri Faecalibacterium dan Roseburia yang tinggi, Bahkan menurunkan tingkat Erysipelatoclostridium (bakteri jahat). Perlu diketahui, kadar Erysipelatoclostridium ramosum (E. ramosum) yang berlebihan bisa berbahaya.

Selain itu, para peneliti dari penelitian ini menemukan tingkat bakteri lain yang lebih tinggi yaitu termasuk Odoribacter, Dialister, Fusicatenibactor, Alistipes, Blautia, dan berbagai strain Lachnospiraceae. Penelitian ini dilakukan pada 34 pria dewasa yang memiliki usus normal. Dan belum diketahui apakah hasil awal ini dapat diterapkan pada perempuan atau populasi lain. Maka masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Themes
ICO