logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Pengedar Pil Koplo di Kalangan Pelajar Diringkus

Pil Koplo

Polres Malang merilis penangkapan pengedar pil koplo beserta barang buktinya. (Tika Hapsari/JawaPos.com)

JawaPos.com - Satreskoba Polres Malang menangkap pengedar pil koplo jenis dobel L. Adalah Halim Setya Budi, warga Jalan Kertoharjo, Desa Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Pemuda 21 tahun itu kerap mengedarkan obat terlarang di kalangan pelajar.

Tersangka ditangkap di kosnya kawasan Kepanjen. Dari tangan tersangka, berhasil diamankan 2.663 butir pil koplo. Serta uang tunai Rp 40 ribu dari hasil penjualan.

Tanpa melakukan perlawanan, remaja protolan SMP itu digelandang ke Polres Malang. "Dia mengakui memang mengedarkan pil koplo," kata Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polres Malang Iptu Suryadi kepada wartawan, Selasa (22/1).

Penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat. Warga resah dengan peredaran pil koplo di wilayah Kepanjen. Polisi lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Hasilnya, petugas mengamankan dua pemuda yang sedang fly. Mereka mengaku mendapat pil koplo dari Halim. Akhirnya polisi lantas menggrebek tempat kos Halim dan berhasil menangkapnya.

Dalam pemeriksaan, Halim mengaku tidak hanya mengedarkan pil koplo. Namun sekaligus sebagai pemakai. Halim sudah mengedarkan pil setan tersebut sejak dua bulan lalu. "Kami masih kembangkan kasusnya untuk memburu pemasok pil koplo," tutur Suryadi didampingi Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah.

Sementara itu, Halim mengaku pelanggannya beragam. Mulai dari kalangan pelajar, karyawan hingga pekerja kasar. Bahkan setiap hari selalu ada anak sekolah yang membeli pil koplo dari Halim. Biasanya, pelajar memberi satu tik berisi 8 butir untuk dikonsumsi. "Anak-anak muda dan pekerja juga beli dari saya," aku Halim dengan wajah menunduk.

Editor           : Sofyan Cahyono
Reporter      : Dian Ayu Antika Hapsari

Themes
ICO