logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Pernyataan Prabowo dalam Debat Menyesatkan Publik

Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ingin menaikkan gaji birokrat untuk menghilangkan korupsi dinilai menyesatkan publik. Menaikkan gaji dinilai tidak berbanding lurus dengan hilangnya korupsi.

  "Beberapa paparan yang disampaikan Pak Prabowo maupun pasanganya Pak Sandiago Uno dalam debat kemarin tidak masuk akal. Contohnya menyiratkan menaikkan gaji birokrat berarti sama dengan menghilangkan korupsi adalah hal yang menyesatkan," ujar Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.

  Diaz membandingkan penghasilan birokrat di Singapura dan Denmark. Data dari Transparency International, Denmark merupakan negara dengan indeks korupsi terkecil.

  Sedangkan Singapura ada di peringkat ke-7. Namun, kata dia, gaji pimpinan birokrasi di Singapura jauh lebih besar daripada Denmark.

  Menurut dia, memikirkan kesejahteraan birokrat sangat penting sebagai upaya pencegahan praktik korupsi. Tapi, hal itu tak bisa serta merta dilakukan tanpa ada ukuran yang jelas.

  "Gaji merupakan elemen penting dalam pemberantasan korupsi, namun tetap harus diikuti dengan kontrol demokratis dengan peningkatan transparansi pemerintahan, perbaikan sistem manajemen pemerintahan, dan individu-individu yang memiliki integritas, yang mana hal ini telah dilakukan Jokowi," ujar dia.

Baca: Kubu Prabowo Sebut Debat Perdana Kurang Menarik

Diaz juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menyebut Jawa Tengah lebih besar dari Malaysia. Pernyataan itu dinilai bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Pasalnya, Malaysia memiliki luas 10 kali lipat lebih luas dibandingkan Jawa Tengah.

  "Kualitas pemimpin yang baik tidak menyesatkan dengan data yang asal-asalan. Apa benar Jawa Tengah lebih besar daripada Malaysia? Saya yakin masyarakat kita sudah cerdas menentukan mana pemimpin yang layak mengacu debat pertama kemarin," ujar dia.

  Di sisi lain, dia mengkritik Prabowo yang mengklaim didukung banyak mak-mak. Sedangkan di struktur inti Partai Gerindra mayoritas diisi kaum laki-laki.

  Menurut dia, hal itu kontras dengan pemerintahan Jokowi yang berkomitmen terhadap perempuan. Bahkan, Jokowi banyak menempatkan perempuan di dalam jajaran kabinetnya.

(FZN)

Themes
ICO