Indonesia

Perusahaan Batu Bara Jaga Produksi

Adaro targetkan produksi tahun ini 58 juta metrik ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dampak pandemi memukul semua sektor industri tak terkecuali batu bara. Meski mayoritas perusahaan batu bara berencana untuk memangkas produksi, namun perusahaan batu bara besar seperti Adaro, BUMI Resource dan Indika Energi tetap menjaga produksi sesuai target.

Head of Corporate Communication Adaro Energy, Febriati Nadira mengatakan meski dalam situasi pandemi perusahaan tetap menjaga produksi dan mengoptimalkan produksi sesuai target yang dipasang. Ia juga mengatakan untuk memitigasi risiko saat pandemi, perusahaan terus memastikan efisiensi biaya operasional dan menjaga kas perusahaan.

"Sampai saat ini belum ada perubahan panduan produksi. Produksi Adaro pada tahun ini tetap 54-58 juta metrik ton," ujar Febriati kepada Republika, Ahad (5/7).

Senada dengan Adaro, BUMI Resources selaku holding dari PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin tetap menjaga produksi batu bara kedua perusahaan tersebut. Juru Bicara BUMI, Dileep Satrisava mengatakan belum ada perubahan rencana produksi di tahun ini.

"Produksi dan penjualan kami sampai saat ini masih on the track," ujar Dileep kepada Republika.

Dileep menjelaskan untuk KPC pada tahun ini memproduksi sebesar 60-65 juta metrik ton. Sedangkan Arutmin akan memproduksi 28 juta hingga 30 juta metrik ton.

Football news:

Thomas Tuchel: If both legs were intact, you could have seen my 40-meter sprint
PSG saved Tuchel's pet: Choupo-moting got everyone for free, managed not to score from a centimetre, and now pulled Paris to the semi-finals of the Champions League
Gian Piero Gasperini: The worst part is that we were so close. I can only thank the guys
Neymar was the player of the match Atalanta-PSG. He gave an assist
ПС PSG suffered through the entire quarter-final and turned it over in 149 seconds. Lifted the Italian curse and went so far in the Champions League for the first time in 25 years
ПС PSG's pain was transformed into happiness: in three minutes, the suffering stars turned into celebrating kings
The club from Italy won't win the Champions League for the 10th year in a row. This is an anti-record