logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Pilkada Gunungkidul, Popularitas Kolonel Tugiman Mulai Meroket

GUNUNGKIDUL - Nama Kolonel Tugiman, pakar hukum tata negara Universitas Pasundan, mulai meramaikan suasana pilkada Gunungkidul yang bakal digelar tahun depan. Nama Kolonel Tugiman terus meroket melalui poling yang ramai di media sosial.

Bahkan di salah satu poling yang digagas forum Forum Diskusi Demokrasi , menempatkan nama Kolonel Tugiman pada urutan paling atas. Sampai dengan Kamis 22 Agustus 2019 pukul 12.00 WIB, sudah ada 141 responden yang mendukung Kolonel Tugiman sebagai bakal calon Bupati Gunungkidul.

Lembaga ini menggelar poling dengan mengajukan pertanyaan, "Siapa yang menurut Anda mampu menyelesaikan permasalahan di Gunungkidul dan membawa kehidupan yang lebih baik dari masyarakat?"

Raihan dukungan suara pria asli Gunungkidul ini, jauh mengungguli Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi dengan 41 suara. Berikutnya disusul Mayor Sunaryanta dengan 32 suara, Arief Setiadi 21 suara, Suharno 16 suara, Benyamin Sudarmadi 15 suara, Danang Ardianta 12 suara, dan Sudjoko 9 suara.

Tugiman pun berterima kasih atas apresiasi masyarakat melalui forum diskusi demokrasi di media sosial. "Terima kasih dengan poling tersebut, kalau saya mengalir saja," katanya kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).

Sebagai putra daerah, dia ingin mengabdi membangun daerahnya. Selama ini pria kelahiran Kedung PPH Kecamatan Nglipar ini lebih banyak meniti karier di luar daerah." Saya kan masih dinas jadi ya kita lihat nanti saja,"ulasnya.

Ketua DPD PAN Gunungkidul Arief Setiadi yang namanya juga masuk dalam poling tersebut menanggapinya dengan santai. Sampai saat ini, PAN masih menggodok nama-nama yang mulai muncul dan siap maju di Pilkada 2020 mendatang." Boleh saja pakai poling. Karena ini bagian dinamika politik modern seperti saat ini," pungkasnya.

(wib)

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO