Indonesia

PSIS Semarang Semakin Rumit Keuangannya di Masa Pandemi Covid-19 kata Yoyok Sukawi

TRIBUNNEWS.COM,SEMARANG - PSIS Semarang menjadi salah satu klub yang mengaku keberatan dengan anggaran subsidi bulanan dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang berjumlah 800 juta rupiah.

Sebetulnya angka tersebut audah dinaikkan menjelang rencana kompetisi Liga 1 yang akan digulirkan kembali pada 1 Oktober mendatang. Semula, dana subsidi tersebut ada dikisaran angka 500 juta rupiah.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menuturkan, di masa pandemi ini finansial tim menjadi rumit.

Bahkan ia menyebut tak ada tolak ukur jika ditanya, berapa pengeluaran PSIS tiap bulannya?.

Yang jelas, ia mengatakan dana 800 juta rupiah tersebut nominalnya kurang memenuhi. Oleh sebab itu, pihaknya berharap PT. LIB bersedia merevisi penetapan jumlah subsidi tersebut agar bisa dinaikkan lagi.

"Kalau sekarang, bisa dibilang tidak ada tolak ukurnya jumlah pengeluaran kita. 800 juta itu hanya dipakai untuk membayar seperlima gaji bulanan tim," kata Yoyok saat dihubungi.

Baca: PSIS Semarang Mengaku Keberatan dengan Subsidi Rp 800 Juta

Namun demikian, Yoyok menegaskan dengan adanya himbauan dari pemerintah dan PSSI agar roda kompetisi bisa dijalankan kembali, pihaknya harus tetap memaksimalkan jumlah yang ada.

"Cuma kan pemerintah, PSSI berharap liga tetap jalan. Ya kita berusaha memberi tontonan ke penonton.

Ya kita berjuanglah dengan situasi yang ada itu kita maksimalkan saja," kata Yoyok.

Di sisi lain, Yoyok mengatakan pihaknya masih mempertanyakan mekanisme mengenai aturan harus melakukan swab test saat kompetisi bergulir.

Yoyok mengatakan, soal pembiayaan swab test bisa menjadi tanggung jawab PT LIB sepenuhnya.

"Protokol kesehatan itu termasuk kita minta agar ditanggung LIB semua. Kalau klub, tidak mampu karena itu mahal sekali.

Kami minta kejelasan ke LIB protokolnya seperti apa terkait swab. Mekanismenya bagaimana," ujarnya.

"Kami justru sama dengan teman-teman media. Itu bagaimana mekanismenya terkait swab test, dan protokol kesehatan secara keseluruhan pada saat liga bergulir nanti," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi Bicara Soal Rumitnya Keuangan Klub saat Pandemi Corona, https://jateng.tribunnews.com/2020/08/04/ceo-psis-semarang-yoyok-sukawi-bicara-soal-rumitnya-keuangan-klub-saat-pandemi-corona.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah

Football news:

Director Of Intera: We are not negotiating a transfer for Kante. Inter Sporting Director Piero Ausilio commented on the Interest in Chelsea midfielder Ngolo Kante and the possible transfer of defender Milan Skrinjar to Tottenham
Lampard 3-3 with West Brom: Chelsea lost two points, we showed character. This is a big lesson for us
Abraham on 3-3 with West Brom: Chelsea made some mistakes that are unacceptable at this level
In 2011, Abramovich bought 50% of the rights to the player who played against Chelsea in the Champions League. But there will be no consequences
Chelsea have conceded the most away goals in the Premier League since the start of last season - 42
Koeman convinces BarSU to buy Depay. Barcelona manager Ronald Koeman still wants to see Lyon forward Memphis Depay in the team
Hasselbaink on Tiago Silva: He's still a little out of shape. Surprised to see him start