Indonesia

Resmi, Markas Napoli Berganti Nama Jadi Stadio Diego Armando Maradona

NAPOLI – Dewan Kota Napoli dengan suara bulat menyetujui usulan untuk mengubah nama Stadio San Paolo. Mereka pun secara resmi mengumumkan bahwa San Paolo berubah nama menjadi Diego Armando Maradona.

Sebuah pernyataan pemerintah kota mengatakan bahwa usulan tentang perubahan nama stadion telah disetujui pada Jumat 4 Desember 2020 malam WIB. Perubahan nama tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan mereka kepada mendiang Maradona yang telah menjadi legenda sepakbola Napoli.

Napoli

“Dengan resolusi yang disetujui hari ini, stadion itu dinamai Diego Armando Maradona,” bunyi pernyataan dari pemerintah Kota Napoli, melansir dari Football Italia, Sabtu (5/12/2020).

Sebelumnya resolusi itu diajukan oleh walikota Napoli, Luigi De Magistris hanya beberapa jam setelah berita bahwa Maradona meninggal dunia pada pekan lalu. Hal itu kemudian mendapat sambutan positif dari masyarakat Napoli.

Baca juga 10 Desember 2020 Jadi Tanggal Peresmian Stadion Diego Armando Maradona

“Resolusi itu diusulkan oleh Walikota Luigi de Magistris, oleh Anggota Dewan Topinymy Alesanndre Clemente dan ditandatangani oleh seluruh Dewan Kota, yang bertemu di Palazzo San Giacomo,” lanjutnya.

Selama ini, Maradona adalah sosok yang dihormati di Napoli setelah memimpin klub itu meraih dua gelar Liga Italia. Bahkna bukan hanya sekali saja, tetapi selama tujuh tahun bersama Napoli dari 1984 hingga 1991.

Football news:

Liverpool do not score 4 consecutive Premier League matches
Milik moves to Marseille. He was photographed with a shirt with the 19th number
Suarez scored 10+ goals in the league for the tenth time in a row
Atletico missed a shot from Eibar Dmitrovich from the penalty spot. Goalkeepers have not scored in La Liga for 10 years
Barcelona is far superior to Real Madrid. Our style of play does not depend on transfers. The presidential candidate of blaugrany the Freixo about the rivalry
Pogba played in the shadow of Bruno in 2020, it has dampened his ego. It reminds me of the Juve era. Ex-Manchester United player Parker about the midfielder
Valencia produced the worst first round in La Liga in 38 years, scoring 20 points in 19 matches