logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Ribuan Migran Honduras Mencapai Meksiko

JawaPos.com - Seorang migran yang telah menyeberang ke Meksiko Jorge Antonio Perez mengatakan, ia ingin pergi ke Amerika Serikat. Ia mengaku sempat teribat perkelahian dengan petugas polisi bersama imigran lainnya. Dilansir dari NBC News pada Minggu, (21/10), Kesler Steven, 12 tahun, mengatakan, dia sedang menyeberang dari Guatemala ke Meksiko bersama dengan ribuan migran yang melarikan diri dari Honduras ketika perkelahian pecah.

"Orang-orang mulai melempar tongkat. Kemudian polisi melempar gas air mata. Awalnya saya tidak merasakan apa-apa, tetapi kemudian saya pusing dan saya tidak bisa merasakan tubuh saya. Lalu saya merasa segalanya keras. Saya bahkan tidak bisa berjalan lagi," ujar Steven.

Dalam kekacauan itu, Kesler kehilangan jejak ibunya, Isis Ramirez, 32 tahun. Mereka kemudian bersatu kembali sebelum keluarga itu tiba di tempat penampungan sementara di Ciudad Hidalgo, sebuah kota di negara bagian Chiapas di Meksiko Selatan, yang berbatasan dengan Guatemala.

migran honduras, migran, AS, trump, migran jalan kaki,
Kesler Steven, 12 tahun, mengatakan, dia sedang menyeberang dari Guatemala ke Meksiko bersama dengan ribuan migran yang melarikan diri dari Honduras ketika perkelahian pecah (Al Jazeera)

Pada hari Sabtu, (20/10), ratusan migran menunggu di tempat penampungan sebelum mereka diharapkan untuk melanjutkan ke perbatasan AS-Meksiko, lebih dari 1.000 mil jauhnya. Kelompok ini adalah bagian dari pawai karavan sekitar 4.000 migran yang melarikan diri dari Amerika Tengah.

Pada Kamis malam, sebagian dari kelompok itu berpisah dan menyeberang dari Guatemala ke Meksiko. Sekitar 2.000 hingga 3.000 migran yang tersisa di kota perbatasan Guatemala Tecun Uman mulai melintasi jam setelah kelompok pertama.

Otoritas Meksiko hanya membiarkan kelompok kecil pada satu waktu ke negara itu, daripada membiarkan masuk masal, menurut The Associated Press, yang memperkirakan sebanyak 3.000 orang telah masuk pada hari Sabtu.

Pihak berwenang Meksiko mengatakan, 640 migran telah mengajukan klaim suaka kepada Pemerintah Meksiko, tetapi tidak jelas berapa banyak yang masuk ke negara itu secara total. Ketika para migran tiba di Ciudad Hidalgo, mereka disambut hangat dengan sorak-sorai dan tepuk tangan oleh masyarakat setempat. Relawan memasak dan membagikan makanan di jalan ketika kelompok itu mendekati tempat penampungan sementara.

Di dalam naungan, kelompok-kelompok beristirahat di atas selimut dan tidur di lantai berubin di bawah dekorasi kertas warna-warni yang menggantung. Mereka juga mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

Ramirez dan ketiga putranya berangkat dari San Pedro Sula, Honduras dengan karavan menuju Amerika Serikat karena kesulitan ekonomi. Ramirez mengatakan, keluarganya meninggalkan Honduras karena pekerjaannya langka, upahnya rendah, dan kejahatan merajalela.

"Kami hidup dalam situasi yang sangat sulit di negara kami sampai kami tidak bisa membela hak kami sendiri. Ketika kami membela hak kami sendiri, mereka menganiaya kami. Mereka membunuh kami," katanya.

"Jika Amerika Serikat akan menyelidiki lebih lanjut tentang apa yang terjadi di negara kami, mereka akan yakin bahwa apa yang kami katakan adalah benar," ujarnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto dan Menteri Luar Negeri Luis Videgaray pada hari Jumat dan membahas karavan migran dari Amerika Tengah. "Pemerintah Meksiko sepenuhnya terlibat dalam mencari solusi yang mendorong migrasi yang aman dan teratur baik Amerika Serikat dan Meksiko terus bekerja dengan Pemerintah Amerika Tengah untuk mengatasi penggerak ekonomi, keamanan, dan pemerintahan imigrasi ilegal," kata Juru Bicara Pemerintah AS Heather Nauert.

Miriam Carias, 50 tahun, yang termasuk di antara mereka yang berhasil mencapai tempat penampungan di Hidalgo. Ia mengatakan, kelompok itu akan menunggu anggota lain dari karavan untuk bergabung dengan mereka sebelum mereka terus bergerak ke utara.

Mereka yang menyeberang ke Meksiko dan berbicara dengan NBC News mengatakan, mereka akan memiliki sekitar 30 hari untuk tinggal di negara itu sebelum mereka harus pindah ke tempat lain. Tetapi beberapa orang mengatakan, mereka tidak keberatan tinggal di Meksiko."Harapan kami adalah sampai ke Amerika Serikat tetapi jika Meksiko memberi kami perlindungan maka kami akan tinggal dan bekerja di sini," kata Tania Rodriguez, 28 tahun.

Banyak yang mengatakan mereka berharap Presiden Donald Trump memungkinkan mereka masuk dan tinggal di Amerika Serikat. Trump sendiri mengancam akan mengirim militer AS ke perbatasan dan menutupnya jika migran dan karavan berusaha masuk AS.

(ina/JPC)

Themes
ICO