Indonesia

Rihanna Segera Rilis Lini Busana Khusus Pria

Rihanna menggandeng Christian Combs untuk lini pakaia khusus pria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rihanna berencana membuat lini "Savage X Fenty" untuk pakaian khusus pria. "Savage X Fenty" nantinya akan debut melalui pagelaran busana pada 2 Oktober mendatang.

Untuk peluncuran produk barunya itu, Rihanna meminta bantuan Christian Combs. Combs dikabarkan akan turut berjalan di panggung pagelaran busana sebagai model di pertunjukkan perdana "Savage X Fenty". Combs juga menjadi duta merek dan kolaborator.

"Saya ingin menciptakan gaya busana pria yang bisa dipakai oleh semua orang, Christian melakukan pekerjaan hebat di peragaan busana 2019 dengan menjadi model pakaian pria, saya tahu kami harus menjadikannya sebagai kolaborator," kata Rihanna, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Fahionista pada Jumat (25/9).

Koleksi pakaian siap pakai pria itu meliputi piyama cetak monogram satin, pakaian dalam bermotif anyaman, rajut, dan celana pendek. Menurut pernyataan Rihanna, pihaknya mendapat inspirasi dari estetika Sean Combs (P.Diddy) di tahun 90-an serta gaya berbusana pria di kota metropolitan New York.

Lini busana karya Rihanna ini akan tersedia untuk dibeli secara daring dalam ukuran S hingga XXXL, dengan harga mulai dari 12,92 dolar (sekira Rp 193 ribu) hingga 69,95 dolar (Sekira Rp 1,1 juta).

sumber : Antara

Football news:

Two warring club are tired of the greyness, came together and changed the Danish football. This is the path of Midtjylland - now he is in the Champions League
Hakimi had contracted the coronavirus. Inter will play Borussia Gladbach today
Manchester United's debt increased by 133% in the 2019/20 season, while revenues fell by 19%. Loss - 23.2 million pounds
Liverpool, Manchester United, Real Madrid are preparing the European Premier League project. It seems that everything is serious now: they are supported by FIFA
Lampard on Cech in the Premier League bid: it will be good for Our goalkeepers to train with one of the best goalkeepers. He is relatively young
Coach Salzburg had a problem with being an American. And I came up with a game style while watching the Princeton rowers
Ozil on not being included in Arsenal's Premier League bid: Very disappointed. Loyalty is rare today