Indonesia

Robot Otonom Memetakan Lingkungan Baru

Banyak hewan mampu memetakan lingkungan baru, bahkan ketika bergerak melewati untuk pertama kalinya. Kelelawar dapat melakukan ini dengan memancarkan suara dan mengekstraksi informasi dari gema yang dipantulkan dari objek di sekitarnya.

Dalam studi ini, peneliti mengembangkan robot yang memancarkan suara seperti kelelawar dan menganalisis gema yang kembali untuk menghasilkan peta ruang.

Dikenal dengan nama Robat, mesin ini memiliki empat roda untuk berjalan secara otonom. Dilengkapi dengan dua mikrofon ultrasensitif, Robat dapat mengeluarkan sinyal ultrasonik dan menerimanya kembali.

Untuk tujuan ini, sinyal berkorelasi silang dengan sinyal teoritis. Sinyal korelasi silang dinormalisasi relatif terhadap nilai maksimum perekaman dan fungsi deteksi puncak. Meningkatnya penggunaan robot otonom memerlukan pendekatan sensorik baru untuk menghindari rintangan, pengenalan objek, dan perencanaan jalan.

Salah satu tugas yang paling menantang adalah cara menghasilkan peta lingkungan yang tidak diketahui. Masalah ini secara rutin dipecahkan oleh kelelawar yang melihat lingkungan mereka secara akustik.

Dengan memancarkan sinyal suara dan menganalisis gema yang kembali, kelelawar dapat menyesuaikan lingkungan baru dan mungkin juga memetakannya. Terinspirasi oleh kemampuan ini, peneliti menyediakan robot terestrial otonom yang sepenuhnya mengandalkan sonar, seperti kelelawar.

Sistem sonar digunakan untuk navigasi dan memetakan lingkungan. Biosonar dipasang pada DJI Ronin Gimbal yang memungkinkan memutar unit pengindraan dengan cara yang stabil. Sinyal yang dipancarkan adalah kicau an 10ms FM yang menyapu antara 100-20kHz.

Itu diperkuat menggunakan Penguat Sony (XMGS4) dan kamera uEye RGB untuk koleksi gambar dengan tujuan validasi. “Robat kami adalah biorobot pertama yang sepenuhnya otonom, seperti kelelawar yang bergerak melalui lingkungan baru saat memetakannya semata-mata berdasarkan informasi echo,” kata Itamar Eliakim, yang membantu merancang dan membangun robot, dikutip dari dailymail.

Robat dikembangkan oleh para peneliti Israel. Berpusat di Universitas Tel Aviv, peneliti menun jukkan bahwa Robat dapat memilih jalan melalui rintangan dengan menggunakan sonar saja.

Selama masa percobaan, mesin berhasil memetakan batas benda yang dijumpai di lingkungan tersebut. Setelah itu, Robat akan menghitung rute yang akan ditempuh. Saat bergerak, Robat berhenti setiap 0,5m berdasarkan pengukuran odometry dan sistem sonar diarahkan untuk gerakan, sinyal suara dipancarkan, dan gema direkam.

Setiap rekaman adalah 0,035 detik, setara dengan rentang ca 6 meter. “Informasi ini menggambarkan batas benda dan jalur bebas di antara mereka (Robat),” lanjut Eliakim. Para ahli di balik teknologi otonom mengatakan bahwa Robat dapat diguna kan dalam operasi penyelamatan di daerah yang terlalu berbahaya untuk dijangkau manusia.

“Kami telah menunjukkan potensi besar menggunakan suara diaplikasi robotik masa depan,” tambahnya. Sebagai bagian dari eksperimen, Robat mampu membangun peta real time di sekitarnya saat bergerak.

Football news:

The ex-Real Madrid player helps develop artificial intelligence in football. This feature is useful for a coach, sports Director, and doctor at the same time
The 16-year-old striker Sherki has extended his contract with Lyon until 2023. Real Madrid and Manchester United are Interested in him
Eric Dyer: Mourinho knows how to light a fire inside players
Blanc is a priority option for Valencia. In the list of candidates, Marko Silva and Quique Flores
Former Spartak goalkeeper Mitryushkin trains with Monaco (Sport-Express)
Javier Tebas: Real Madrid can make a call about the referees 20 minutes after the match – it's not healthy for all the refereeing
Maurizio Sarri: One day, Higuain needs to be pampered, the other-nailed to the wall