Walaupun untuk kebijakan yang terakhir ini, resistensinya cukup signifikan yaitu hampir sepertiga dari responden 31,5 persen

Jakarta (ANTARA) - Roda Tiga Konsultan (RTK) mendapatkan hasil survei sebanyak 51,4 persen responden menganggap kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah tepat dalam menangani pandemik COVID-19.

Direktur Eksekutif Roda Tiga Konsultan (RTK) M. Kahfi Siregar dalam rilisnya, di Jakarta, Selasa, mengatakan pendapat soal PSBB itu merupakan salah satu dari hasil survei bertajuk “Pandangan Masyarakat terhadap Penanganan Pandemi COVID-19" dengan 1.200 responden acak.

"Bahkan 35,5 persen mengatakan kebijakan PSBB masih kurang tegas. Aspirasinya mengarah kepada kebijakan lockdown atau karantina wilayah, kemudian, hanya 9.9 persen responden yang mengatakan tidak perlu ada kebijakan PSBB," kata dia.

Baca juga: Survei tunjukkan donasi pada lembaga sosial turun akibat COVID-19

Dari 1.200 responden yang disurvei, 98,9 persen menyebut mengetahui soal COVID-19 dan hampir semua menganggap bahwa COVID-19 berbahaya atau sangat berbahaya yakni 94,8 persen.

Sedangkan yang mengatakan tidak berbahaya dan tidak berbahaya sama sekali hanya 4,1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cukup sadar bahwa COVID-19 merupakan ancaman yang berbahaya.

Pada survei tersebut, responden juga setuju tentang kebijakan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah atau 82,7 persen dari responden yang menyetujui, begitu juga dengan kebijakan sekolah dari rumah, 80,9 persen responden setuju dengan kebijakan pemerintah.

Kemudian, dua per tiga responden atau 66,5 persen menyatakan mendukung kebijakan larangan beribadah berjamaah di rumah ibadah selama pandemik COVID-19.

Baca juga: BI: Pembatalan MICE berdampak perlambatan ekonomi Bali

"Walaupun untuk kebijakan yang terakhir ini, resistensinya cukup signifikan yaitu hampir sepertiga dari responden 31,5 persen," ujarnya.

Survei tersebut juga mendapatkan hasil sekitar 3 dari 4 responden atau 73,2 persen mengatakan kondisi ekonomi rumah tangganya lebih buruk daripada sebelum pandemik COVID-19.

Sekitar satu dari empat responden mengatakan tidak ada perubahan dalam ekonomi rumah tangganya, dan hanya 1,6 persen responden yang mengatakan kondisi ekonominya lebih baik.

Mengenai data yang dikeluarkan pemerintah terkait jumlah orang yang positif, meninggal dan sembuh, kata dia sebanyak 45,2 persen dari responden mempercayainya.

RTK menggelar survei pada 1-17 Mei 2020 dengan mengambil responden secara acak dari 10.456 yang ada dalam bank data lembaga tersebut, dan tingkat margin eror dari survei itu sebesar 2,89 persen.

Baca juga: Survei Kemenhub: Masyarakat masih bersikeras untuk mudik

Baca juga: Survei Polmatrix: Kepala daerah kuasai enam besar elektabilitas capres

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020