London (ANTARA) - Saham-saham Inggris ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis (1/10/2020), berbalik menguat dari kerugian dua hari berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London bangkit 0,23 persen atau 13,35 poin, menjadi menetap di 5.879,45 poin. Indeks FTSE 100 terpangkas 0,53 persen atau 31,40 poin menjadi 5.866,10 poin pada Rabu (30/9/2020), setelah berkurang 0,51 persen atau 30,43 poin menjadi 5.897,50 poin pada Selasa (29/9/2020), dan terangkat 1,46 persen atau 85,26 poin menjadi 5.927,93 poin pada Senin (28/9/2020).

Baca juga: Saham Prancis "rebound" dengan indeks CAC 40 terdongkrak 0,43 persen

Melrose Industries, sebuah perusahaan berbasis di London yang mengkhususkan diri dalam membeli dan meningkatkan bisnis yang berkinerja buruk, melonjak 4,07 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Disusul oleh saham perusahaan energi SSE yang meningkat 3,81 persen dan perusahaan pengemasan multinasional Inggris DS Smith menguat 3,50 persen.

Di sisi lain, sebut Xinhua, Rolls-Royce Holdings, perusahaan teknik multinasional yang merancang, memproduksi, dan mendistribusikan sistem tenaga untuk penerbangan dan industri lainnya, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terpuruk 10,15 persen.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan jasa penjualan, pemasaran, dan dukungan internasional DCC yang anjlok 6,62 persen, serta perusahaan minyak dan gas terkemuka Inggris Royal Dutch Shell merosot 3,72 persen.

Baca juga: Wall Street dibuka lebih tinggi, Indeks Dow Jones naik 177,35 poin
Baca juga: Saham Inggris kembali melemah, indeks FTSE 100 terpangkas 0,53 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020