logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Saudi Kutuk dan Tuntut Turki Akhiri Invasi di Suriah

KAIRO - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan, pihak Kerajaan mengutuk serangan Turki di timur laut Suriah dan menuntut segera diakhirinya operasi militer. Hal itu diungkapkannya pada pertemuan darurat Liga Arab di Kairo, Mesir, guna membahas operasi militer Turki di Suriah.

"Serangan Turki memperdalam penderitaan rakyat Suriah," kata Jubeir seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Sabtu (12/10/2019).

Serangan itu akan berdampak negatif terhadap keamanan kawasan itu, ia menambahkan, menekankan bahwa Arab Saudi mendukung solusi politik untuk konflik di Suriah. Ia juga menuntut penarikan semua milisi asing dari wilayah Suriah.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Anwar Gargash juga menuntut diakhirinya operasi militer Ankara di Suriah.

"Semua pasukan Turki dan asing yang menyapu Suriah harus mundur," tuntutnya.

Turki meluncurkan Operation Peace Spring pada hari Rabu lalu, untuk menciptakan "zona aman" di sisi perbatasan Suriah. Wilayah itu dikendalikan oleh milisi Kurdi yang didukung AS, yang Ankara anggap sebagai teroris. Erdogan mengklaim bahwa pasukan Turki telah membunuh 109 "militan" sejak operasi dimulai.

Pasukan AS menarik diri dari wilayah itu awal pekan ini, memicu tuduhan bahwa Presiden Donald Trump telah mengkhianati sekutunya Kurdi. Akibatnya, para pemimpin Pasukan Demokrat Suriah (SDF) telah mengisyaratkan bahwa mereka mungkin beralih ke Damaskus dan Moskow untuk mengusir serbuan Turki. (Baca juga: AS Tarik Pasukan, Kurdi Lirik Gandeng Damaskus dan Moskow)

(ian)

Themes
ICO