logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Sayonara KPK, Sarwono dan Budi Santoso Kembali jadi Dosen

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

JawaPos.com – Tiga penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyatakan diri mundur dari lembaga antirasuah. Ketiganya yakni Sarwono Sutikno, Budi Santoso, dan Mohammad Tsani Annafari.

Keputusan diambil setelah berlakunya UU Nomor 19/2019 tentang KPK dan terpilihnya Komjen Pol Firli sebagai Ketua KPK untuk periode 2019-2023. Dampak revisi UU KPK tersebut, masa jabatan penasihat KPK yang semula empat tahun berubah menjadi dua tahun.

Usai tak lagi menjabat sebagai penasihat KPK, Sarwono dan Budi memilih menjadi pengajar atau dosen di perguruan tinggi. “Kembali menjadi dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI- ITB),” kata Sarwono dikonfirmasi, Senin (2/12).

Sementara itu, Budi memilih menjadi pengajar di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta. Ia juga berencana menjadi pengamat hukum independen.

“Saya menyelesaikan masa bakti saya sebagai penasihat KPK,” terang Budi.

Penasihat KPK lainnya, Mohammad Tsani Annafari telah resmi mengundurkan diri. Surat keputusan (SK) pemberhentian sebagai penasihat telah ditandatangani pimpinan Lembaga Antirasuah dan berlaku efektif 1 Desember 2019.

Usai hengkang dari KPK, Tsani akan kembali ke instansi lamanya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, Tsani belum tahu secara jelas dia akan ditempatkan pada bagian apa.

“Saya belum tahu jelas, sementara di Sekretariat Jenderal,” jelasnya.

Berbeda dari Tsani, Sarwono maupun Budi memilih undur diri bersamaan dengan dilantiknya Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK periode 2019-2023 pada 21 Desember 2019.

Themes
ICO