Indonesia

Sejarah Hari Ini: Pembantaian Babi Yar Dimulai

Pada 29 September 1941 pasukan Jerman membantai orang-orang Yahudi di jurang Babi Yar

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Pada 29 September 1941, pasukan Jerman membantai orang-orang Yahudi di sebuah jurang bernama Babi Yar di Kiev, Ukraina. Pembantaian mengerikan tersebut berlangsung selama dua hari.

Dilansir History, akibat pembantaian itu hampir 34 ribu pria, wanita, dan anak-anak Yahudi tewas. Peristiwa tragis itu kini dikenang dengan nama Pembantaian Babi Yar.

Awalnya, tentara Jerman merebut Kiev pada 19 September. Pasukan khusus Schutzstaffel atau SS bersiap untuk melaksanakan perintah pemimpin Nazi Adolf Hitler untuk memusnahkan semua pejabat Yahudi dan Soviet yang ditemukan di sana.

Mulai tanggal 29 September, lebih dari 30 ribu orang Yahudi berbaris dalam kelompok-kelompok kecil ke jurang Babi Yar di utara kota, diperintahkan untuk menelanjangi, dan kemudian ditembakkan senapan mesin ke jurang. Pembantaian itu berakhir pada 30 September dan yang tewas maupun terluka ditutupi dengan tanah dan batu.

Antara 1941 dan 1943, ribuan lebih orang Yahudi, pejabat Soviet, dan tawanan perang Rusia dieksekusi di jurang Babi Yar dengan cara yang sama. Ketika tentara Jerman mundur dari Uni Soviet, Nazi berusaha menyembunyikan bukti pembantaian dengan menggali mayat dan membakarnya dalam tumpukan kayu besar.

Banyak saksi mata dan bukti lainnya membuktikan kekejaman di Babi Yar, yang menjadi simbol penderitaan orang Yahudi dalam Holocaust.

Football news:

Hans-Dieter flick: I Hope Alaba will sign a contract with Bayern. Our club is one of the best in the world
Diego Maradona: Messi gave Barca everything, brought them to the top. He was not treated the way he deserved
Federico Chiesa: I hope to leave my mark in Juve. We will achieve great results
The Coach Of Benfica: I don't want us to look like the current Barcelona, it has nothing
Guardiola on returning to Barca: I'm happy at Manchester City. I hope to stay here
Fabinho will not play with West ham due to injury
Ronald Koeman: Maradona was the best in his time. Now the best Messi