Indonesia

Selama Belum Menang, Joan Mir Enggan Pikirkan Gelar Juara MotoGP 2020

BARCELONA – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir adalah salah satu rider yang banyak menarik perhatian di MotoGP 2020. Sebab tak disangka-sangka, rider asal Spanyol itu mampu tampil sangat baik dari tujuh balapan yang sudah berlangsung.

Mir memang tercatat dua kali sempat gagal finis, tepatnya di GP Spanyol dan seri Republik Ceko. Kendati begitu, rekan setim Alex Rins itu mampu tampil luar biasa dan juga sangat konsisten di lima seri sisanya.

Tercatat Mir mampu finis di posisi lima besar pada lima seri yang diikutinya sampai mencapai garis finis tersebut. Tiga di antaranya bahkan Mir dapat berdiri di atas podium, baik itu sebagai runner-up atau penghuni peringkat ketiga.

Baca Juga: Joan Mir Miliki Strategi Jitu untuk Wujudkan Impiannya Jadi Juara MotoGP 2020

Joan Mir

Semua itulah yang membuat kini Mir bertengger di peringkat keempat pada klasemen sementara pembalap MotoGP 2020. Perolehan 80 poin yang sudah dikumpulkan Mir sejauh ini, ia hanya tertinggal empat angka saja dengan Fabio Quartararo yang berada di puncak klasemen tersebut.

Jadi, wajar saja jika Mir mampu menarik perhatian banyak pencinta MotoGP dan bahkan menjagokan rider berusia 23 tahun tersebut. Kendati begitu, Mir justru belum mau memikirkan gelar juara dunia MotoGP.

Mungkin memang Mir bisa tampil baik dan juga konsisten. Namun, kenyataan ia yang belum bisa memenangkan satu balapan pun membuktikan bahwa sebenarnya dirinya masih bukanlah yang tercepat di MotoGP musim ini.

Football news:

Sharonov joined the coaching staff of Cyprus Paphos
Yuran headed Khabarovsk SKA
Brugge forward Dennis on goal for Zenit: I said that I only score grandees, but it was a joke
PSG defender Kimpembe Pro 1:2 with Manchester United: We can only blame ourselves
Lopetegui Pro 0:0 with Chelsea: Sevilla showed a good team game
Rashford on victory over PSG: Manchester United now have a strong position in the group
Nagelsmann victory over Istanbul: Not fully satisfied with the game Leipzig was fatigue, not the most effective pressure