Indonesia

Sikap Siti Khadijah dan Waraqah Saat Nabi Menerima Wahyu Pertama

SUDAH menjadi kebiasaan orang-orang Arab masa itu bahwa golongan berpikir mereka selama beberapa waktu tiap tahun menjauhkan diri dari keramaian orang, berkhalwat dan mendekatkan diri kepada tuhan-tuhan mereka dengan bertapa dan berdoa, mengharapkan diberirezeki dan pengetahuan. Begitu juga yang dilakukan Muhammad.

Pengasingan untuk beribadat semacam ini mereka namakan tahannuf dan tahannuth. (Baca juga: Presiden PKS Surati Macron: Penggambaran yang Menghina Nabi Muhammad Sangat Menyakitkan)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang berjudul Sejarah Hidup Muhamad menceritakan di puncak Gunung Hira yang terletak di sebelah utara Makkah ada sebuah gua yang baik sekali buat tempat menyendiri dan tahannuth. Sepanjang bulan Ramadan tiap tahun Muhammad pergi ke sana dan berdiam di tempat itu, dengan membawa sedikit bekal. Ia tekun dalam renungan dan ibadat, jauh dari segala kesibukan hidup dan keributan manusia. Ia mencari kebenaran, dan hanya kebenaran semata.

Demikian kuatnya beliau merenung mencari hakikat kebenaran itu, sehingga lupa akan dirinya, lupa makan, lupa segala yang ada dalam hidup ini. Sebab, segala yang dilihatnya dalam kehidupan manusia sekitarnya, bukanlah suatu kebenaran. Di situ ia mengungkapkan dalam kesadaran batinnya segala yang disadarinya. (Baca juga: Pendukung ISIS Rayakan Serangan di Prancis, al-Qaeda Serukan Pembalasan Kartun Nabi)

Bilamana bulan Ramadhan sudah berlalu dan ia kembali kepada sang istri, Siti Khadijah.Dalam melakukan ibadat selama dalam tahannuth itu adakah Muhammad menganut sesuatu syariat tertentu? Dalam hal ini ulama-ulama berlainan pendapat.

Dalam Tarikh-nya Ibn Kathir menceritakan sedikit tentang pendapat-pendapat mereka mengenai syariat yang digunakannya melakukan ibadat itu: Ada yang mengatakan menurut syariat Nuh, ada yang mengatakan menurut Ibrahim, yang lain berkata menurut syariat Musa, ada yang mengatakan menurut Isa dan ada pula yang mengatakan, yang lebih dapat dipastikan, bahwa ia menganut sesuatu syariat dan diamalkannya.

Haekal berpendapat barangkali pendapat yang terakhir ini lebih tepat daripada yang sebelumnya. Ini adalah sesuai dengan dasar renungan dan pemikiran yang menjadi kedambaan Muhammad. (Baca juga: Taubat Nabi Adam Diterima Berkat Menyebut Nama Nabi Muhammad)

Wahyu Pertama


Tahun telah berganti tahun dan kini telah tiba pula bulan Ramadan. Ia pergi ke Hira', ia kembali bermenung, sedikit demi sedikit ia bertambah matang, jiwanyapun semakin penuh. Kala itu usianya 40 tahun.

Tatkala ia sedang dalam keadaan tidur dalam gua itu, ketika itulah datang malaikat membawa sehelai lembaran seraya berkata kepadanya: "Bacalah!"

Dengan terkejut Muhammad menjawab: "Saya tak dapat membaca".

Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya katanya lagi: "Bacalah!"

Football news:

Bilyaletdinov about the Champions League: Loco can leave the group. Unmotivated Bayern can be beaten in the 6th round
Zlatan Ibrahimovic: I Thought about retiring, but I wanted to change the mentality of Milan
Vasco da Gama sports Director: Balotelli will be like Maradona for us
Real Madrid won't buy Mbappe in the summer of 2021 due to the crisis (Le Parisien)
Ibra scores in 39, Buffon drags in 42, Ronaldo has no plans to finish. Is football really getting old?
Ziyech about who inspires him: Eden Hazard. A world class player
Jermain Defoe: Kane and Son are the best link in the world right now