Indonesia

Strategi Perusahaan Investasi dan Asuransi Racik Portfolio Saat Covid

JawaPos.com – Jelang fase new normal memberi sentimen positif pada pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat ambruk di bawah 4.000, kini mulai berangsur pulih dengan terus mendekati level 5.000. Pada perdagangan Kamis (18/6), IHSG ditutup di level 4.925,25, melemah 1,25 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya.

Investor pasar modal, khususnya sektor institusi mulai menyusun strategi investasi memasuki fase normal baru. Salah satunya dilakukan Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia yang menerapkan prinsip kehati-hatian memilih portfolio saham yang memiliki fundamental baik serta pendanaan yang solid.

“Perusahaan fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh saat pertumbuhan ekonomi melambat dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang seperti konsumsi, kesehatan, dan komunikasi yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas,” Novi Imelda, Chief Investment Officer Prudential Indonesia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/6).

Untuk investasi di portfolio obligasi, Prudential berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dianggap lebih likuid. “Dengan strategi seperti ini, kami berharap dapat meminimalisir risiko dan pada saat yang bersamaan tetap efektif dalam meningkatkan kinerja ketika pasar pulih,” harapnya.

Novi mengungkapkan sejumlah langkah dilakukan guna meredam kondisi pasar dalam negeri yang terdampak oleh pandemi Covid-19 dan tekanan global. Dia mengatakan bahwa Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia telah melakukan sejumlah strategi untuk meminimalisasi volatilitas investasi nasabah.

Novi menyebutkan bahwa Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menjaga kepercayaan nasabah, termasuk di tengah berbagai krisis besar, antara lain krisis finansial 2013 dan perang dagang AS-Tiongkok. Sepanjang 2019, meskipun kondisi pasar bergejolak, Prudential Indonesia mencatat Total Dana Investasi yang menguat sebesar 3% menjadi Rp 74,5 Triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 72,1 Triliun.

Di tahun yang sama, perusahaan juga mencatat Hasil Investasi sebesar Rp 5,4 Triliun, didorong oleh pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sementara itu, Eastspring Indonesia mencatat Total Dana Kelolaan sekitar Rp 92,08 triliun per 31 Desember 2019, yang terbesar di Indonesia.

Alan T. Darmawan, Chief Executive Officer Eastspring Indonesia mengatakan, di tingkat global, sentimen pasar masih akan cenderung negatif dan volatilitas pasar masih tinggi. “Kami memprediksi pandemi dapat terkendali tetapi tidak dalam waktu singkat dan ekonomi terus tumbuh, tetapi produktivitas menurun selama beberapa bulan sehingga pertumbuhan melambat,”ujar Alan.

Namun, berkaca dari pengalaman yang ada, situasi saat ini hanyalah fluktuasi sementara dan bahwa pasar Indonesia akan pulih dalam jangka waktu menengah dan panjang, karena stabilitas fundamental ekonomi makro Indonesia yang relatif stabil.

“Di saat seperti ini, justru kami melihat ini merupakan kesempatan bagi nasabah untuk tetap berinvestasi agar mencapai imbal investasi dalam jangka panjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Football news:

These people are sick. They need help. The fear and loathing of the North London Derby
Farfan's goal could not be counted: before that, the referee called from the goal, and CHorluka just took the ball and ran forward with it
Son has scored 10+ goals for Tottenham in the Premier League four seasons in a row
Milan are Interested in the striker of Lille Osimana
Dembele does not want to move to Manchester United. He believes that he will succeed in Barca
Ferdinand on Liverpool's decline: it's a celebration. If there are no Champions League games ahead, you just relax
Chelsea are preparing their first offer for Havertz – 70 million euros plus bonuses