Indonesia

Tagih Ganti Rugi, Bapak Anak Ini Nekat Segel Proyek Rel Kereta Bandara YIA

Warga terdampak proyek pembangunan jalur kereta api Bandara YIA menyegel proyek pembangun tersebut karena lahannya belum dibayarkan, Jumat (25/9/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Disampaikan Mardisusanto, proyek pembangunan tersebut tidak boleh dilanjutkan sampai ada pihak yang bertanggungjawab

SuaraJogja.id - Warga terdampak proyek pembangunan jalur kereta api (KA) bandara Yogyakarta International Airport (YIA) memutuskan untuk menyegel proyek pembangun tersebut. Aksi itu dilakukan sejumlah warga pada proyek di Dusun Siwates, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Kulon Progo, karena lahan yang sudah digarap tersebut belum juga dibayarkan.

"Hari ini kami pasang tali dan spanduk sebagai tanda penyegelan karena tanah ini sudah mulai dikerjakan tapi yang punya proyek izin ke saya saja tidak. Lha wong pembayaran juga belum diselesaikan, saya merasa dirugikan intinya," tegas pemilik lahan, Mardisusanto (72), kepada awak media, Jumat (25/9/2020) sore.

Mardisusanto yang merupakan warga Dusun Balong, Kaligintung, Temon tersebut ditemani anaknya, Aslam Fajari, tidak segan untuk memasang spanduk di tiang pancang yang sudah berdiri di lahan seluas 317 meter persegi di wilayah Siwates, Kaligintung tersebut.

Disampaikan Mardisusanto, proyek pembangunan tersebut tidak boleh dilanjutkan sampai ada pihak yang bertanggungjawab memberikan kejelasan terkait dengan pembayaran ganti rugi atas lahan miliknya tersebut.

"Pokoknya harus lunas dulu, kalau belum dibayar segel ini tidak akan saya turunkan," ujarnya.

Anak Mardisusanto, Aslam Fajari, menjelaskan bahwa lahan milik orang tuanya tersebut digarap oleh PT. Istaka Catur Mina. Sebelum memutuskan untuk menyegel proyek tersebut pihaknya sempat menggelar musyawarah bersama dengan PT tersebut selaku rekanan disaksikan oleh pamong Kalurahan Kaligintung pada Jumat (11/9/2020) lalu.

Dikatakan Aslam, musyawarah tersebut sebenarnya sudah mencapai kesepakatan bahwa proyek akan dilanjutkan setelah pembayaran selesai dilakukan. Pembayaran sendiri, dijanjikan paling lambat dilakukan dua minggu setelah musyawarah dilakukan.

"Sampai sekarang ternyata malah tidak ada kejelasan, itikad baik dari mereka pun juga ngga ada, yakami segel," kata Aslam yang juga merupakan Dukuh Balong itu.

Aslam menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya tidak kontra dengan proyek pembangunan ini sejak awal. Namun pihaknya hanya meminta kejelasan terkait dengan janji pelunasan yang diberikan kepada pihak keluarganya.

"Sudah sepakat kalau ganti rugi sekitar Rp.341 juta, tapi sampai sekarang masih masih terus menunggu sesuai dengan tahapan proyek dan mekanisme yang ada," tuturnya.

Football news:

Nagelsmann victory over Istanbul: Not fully satisfied with the game Leipzig was fatigue, not the most effective pressure
Goalkeeper Brugge Croat about 2:1 with Zenit: We proved that we should not be considered outsiders of the group
Manchester United won again in Paris with a late Rashford goal. An unexpected hero - a 22-year-old reservist who has not been on the field since December 2019
Jurgen Klopp: first Oliver didn't see the moment, then VAR forgot the rules. And the consequences came only for van Dijk and Tiago
Favre on the defeat against Lazio: Dortmund lacked determination. We needed to play an outstanding game, and we didn't
Lampard on 0:0 with Sevilla: I think both teams are happy with the draw
Tuchel Pro 1:2 with Manchester United: PSG were not on the pitch in the first half. One of the worst games of the team