Indonesia

Tahun Berat Industri Semen, INTP Tetap Optimis

INILAHCOM, Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia, batubara serta pelemahan rupiah, cukup memberi pukulan bagi industri semen di tanah air. Salah satunya PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Direktur Utama INTP, Christian Kartawijaya menyatakan bahwa biaya produksi sepanjang 2018 ini, mengalami kenaikan signifikan. Lantaran, ya itu tadi, kenaikan harga minyak, batubara serta exchange rate (nilai tukar mata uang).

Kata dia, biaya produksi pada kuartal I-2018 mengalami kenaikan sekitar 11% dibanding periode sama di tahun sebelumnya. "Ketika batubara mahal, biaya produksi kami naik. Karena 40% bahan baku industri semen adalah batubara. Demikian pula ketika harga minyak dunia naik, biaya kita naik karena kita beli fuel non subsidi," papar Christian di Wisma Indocement, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Ketika nilai tukar (exchange rate) rupiah melemah terhadap US$, kata dia, menambah beban produksi korporasi hingga 50%. "Banyak bahan baku impor dari luar, belinya pakai dolar. Ya, sekitar 50% beban produksi kami berbentuk dolar AS," kata Christian.

Celakanya, melonjaknya biaya produksi tak bisa dikompensasi dengan menaikkan harga. Lantaran, produksi semen nasional mengalami oversupply. Alhasil, produsen semen merek tiga roda ini harus merelakan keuntungannya tergerus. "Khusus di beberapa kota, kami naikkan harga. Itupun sangat rendah hanya 1%. Atau sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per sak," terang Christian.

Meski begitu, Christian masih optimistis penjualan perusahaan bisa terkerek. Pada kuartal I-2018, penjualan mencapai 6% dengan market share stabil di level 26%.

"Kita berharap multiplier efek dari pembangunan infrastruktur. Kalau jalan tol dibangun, maka pabrik-pabrik akan berdiri. Disusul gedung, kantor, atau tempat wisata, mal, hunian dan berbagai produk properti lainnya. Ini tentu pasar bagi kami," kata Christian.

Saat ini, kapasitas produksi Indocement mencapai 24,5 juta ton. Riniannya, sebanyak 2,4 juta ton dihasilkan dari pabrik Tarjun, Kota Baru. Ditambah 4,2 juta ton dari pabrik Palimanan, Cirebon. Sedangkan pabrik Citeureup, Bogor produksinya sekitar 18-an juta ton.

Pada kuartal I-2018, total konsumsi semen domestik di tanah air tumbuh 6,6%. Sementara produksi semen nasional naik 10%. Sedangkan volume penjualan semen domestik Indocement tumbuh 9,63%, pangsa pasar 26,4%. Tahun lalu, Indocement membukukan pendapatan sebesar Rp14,43 triliun dengan volume penjualan semen 17,90 juta ton. [tar]

Football news:

Rummenigge on Tiago: there have been no Contacts with Liverpool, but he wants something new
Rivaldo on Messi in Juve: The world will boom. The Duo of Lionel and Ronaldo will go down in history
Atletico Interrupts the penalty for the second match in a row. Morata converted an 11-yard shot from the 2nd attempt
Sandro Rosel: Messi will not be a pawn in Barca's presidential election. He's too smart
De Rossi or Spalletti can lead Fiorentina
Chelsea have resumed talks with Willian about a new contract
Pogba wants to stay at Manchester United