logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Tanding di GBT tanpa Penonton, Bonek Diharapkan Dapat Menahan Diri

JawaPos.com – Laga Persebaya Surabaya kontra Bhayangkara FC nyaris ditunda. Hingga kemarin pagi, rekomendasi izin keamanan tak juga keluar. Manajemen Persebaya dan Bonek kemudian menggelar pertemuan dengan pihak Polrestabes Surabaya.

Setelah itu, pihak polrestabes berani memberikan jaminan. Izin akhirnya dikeluarkan kemarin siang. ”Kami sangat senang izin laga akhirnya keluar,” kata Ram Surahman kepada Jawa Pos. Hanya, laga dipastikan tanpa penonton. Karena itu, Ram berharap Bonek bisa menahan diri. Apalagi, laga tersebut akan menjadi tes bagi Bonek. ”Kalau kepercayaan ternoda, itu akan jadi pertimbangan pihak kepolisian untuk izin laga selanjutnya,” tambah Ram.

Persebaya Surabaya

Saat ini Persebaya memang tengah terkena sanksi. Green Force dilarang mendapat dukungan suporter di laga home dan away hingga akhir musim. Ram berharap Bonek tidak memaksa datang ke GBT. ”Sebab, pengawalan akan sangat ketat. Datang juga percuma. Karena dilarang masuk di sekitar stadion. Ini jadi ujian komitmen manajemen dan suporter agar taat aturan,” jelas Ram.

Keputusan tanpa penonton juga sangat pas. Sebab, Stadion GBT saat ini tengah direnovasi. Hal itu membuat pelatih Bhayangkara FC Paul Munster geram. Kok bisa? Skuad Bhayangkara FC melakoni sesi official training di GBT kemarin sore. Dalam kesempatan itu, Munster mengeluhkan kondisi ruang ganti. ”AC-nya mati. Tidak ada kipas angin atau apa yang bisa menurunkan suhu di ruang ganti,” keluh Munster.

Kondisi itu dikeluhkan pemain. ”Kami cukup terganggu. Kondisi tersebut tidak kami inginkan,” kata gelandang Bhayangkara FC Teuku Ichsan. Sejatinya, mereka ingin berjalan menuju ke lapangan untuk mencari hawa dingin. Tapi, tidak bisa lantaran Persebaya tengah melakoni official training. ”Banyak gangguan untuk persiapan laga. Di tempat preskon juga tidak ada AC. Seperti sauna. Sangat tidak professional,” keluh Munster.

Ram menepis bahwa pihaknya tidak profesional. Soal AC yang mati, pihaknya sudah menghubungi pengelola Stadion GBT. Kemudian, AC di ruang ganti Bhayangkara FC dinyalakan. Hanya, saat diminta menyalakan AC di ruang preskon, pengelola stadion sudah terlebih dulu pulang. ”Jadi, ini hanya miskomunikasi saja dengan pengelola stadion. Tidak ada sabotase atau apa. Murni kesalahan teknis,” tegas Ram.

Themes
ICO