Indonesia

Tata Cara Salat Wajib Dzuhur Beserta Sunnah Rawatib sebagai Penyempurnaannya

Tata Cara Salat Wajib Dzuhur Beserta Sunnah Rawatib sebagai Penyempurnaannya ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Salat termasuk rukun Islam yang kedua menjadi pilar penting dalam ajaran agama Islam. Sebagai seorang Muslim pasti berusaha melengkapi dan menyempurnakan salatnya supaya terhindari dari siksa api neraka.

Salat terbagi menjadi dua, wajib dan sunnah. Salat wajib adalah yang bila dikerjakan mendapat pahala, dan bila ditinggalkan mendapat dosa. Salat sunnah berarti bila dikerjakan mendapat pahal, dan bila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa.

Dari setiap salat wajib, terdapat salat sunnah pendamping atau biasa disebut rawatib. Salat sunnah rawatib dikerjakan sebelum dan sesudah salat wajib. Salah satu salat wajib yang juga ada sunnah rawatib ialah salat dzuhur.

Untuk mengerjakannya berikut tata cara salat wajib Dzuhur beserta sunnah rawatib dikutip dari berbagai sumber:

1 dari 11 halaman

Tata Cara Salat Wajib Dzuhur

Salat wajib Dzuhur ditandai dengan kumandang adzan, yang dimulai pada saat matahari telah condong ke arah barat sampai tiba waktu Ashar. Nampak sejak matahari meninggalkan meridian, biasanya diambil sekitar 2 menit setelah tengah hari.

2 dari 11 halaman

Membaca Niat Salat Dzuhur

Bacalah niat sebelum atau ketika takbiratul ihram yang pertama, dalam hati, tenang, dan pandangan menghadap tempat sujud.

Ushalli fardhadz dzuhri arbaa rakaaatin mustqbilal qiblati adaa-an (mamumam/imaaman) lillaahi taaalaa. Allaahu akbar.

Artinya : Saya berniat salat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala".

3 dari 11 halaman

Takbiratul Ihram

Mengangkat kedua tangan sejajar dengan daun telinga untuk laki-laki, dan perempuan boleh sejajar dengan dada, sambil membaca Allahu akbar. Artinya Allah Maha Besar

Membaca doa Iftitah

Salah satu bacaan doa iftitah, seperti :

Allahumma baaid bainii wabaina khathaayaaya kamaa baaadta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maai wats tsalji.

Artinya : Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan kesalahanku dengan salju, air dan air es.

4 dari 11 halaman

Membaca Surat al-Fatihah

Bismillahir rahmaa nirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil 'alamin. Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghduubi 'alaihim waladh-dhaalliin.

Artinya :

"Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

5 dari 11 halaman

Membaca Surat Pendek yang Dihapal

Ruku dengan Tumaninah (Allahu akbar)

Subhaana rabbiyal adziimi wa bihamdih. (3x)

Artinya : Mahasuci Allah Yang Maha Agung dan Memujilah Aku kepada-Nya"


Itidal dengan Tumaninah

Samiallahu liman hamidah, artinya Allah Mendengar orang-orang yang memuji-Nya

Bacaan doanya :

"Rabbana lakal hamdu milus samawati wa mil ulardi wa mil umasyita min syaiin badu.

Artinya : Wahai Tuhan kami hanya untuk-Mu lah segala puji sepenuh lagit dan Bumi dan sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudahnya.

8. Sujud dengan tumaninah (Allahu akbar)

Subhana rabbiyal ala wa bihamdih

Artinya : Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Luhur dan dengan Puji-Nya

6 dari 11 halaman

Duduk Diantara Dua Sujud, dengan Tumaninah (Allahu akbar)

Robighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfanii, warzuqnii, wahdinii, waaafinii, wafu annii

Artinya : Ya Allah, Ampunilah aku, Belas kasihanilah aku, Cukupkanlah segala kekuranganku, Angkatlah derajatku, Berilah rezeki kepadaku, Berilah petunjuk kepadaku, Berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku

7 dari 11 halaman

Duduk Diantara Dua Sujud

Disunnahkan duduk Iftirasy yakni duduk di atas mata kaki yang kiri setelah menyandarkan kaki kiri tersebut sekiranya bagian kaki kiri yang atas menempel pada lantai dan menegakkan kaki kanan dan meletakkan ujung jari-jari kaki kanan di lantai dengan menghadapkannya pada arah kiblat. Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha, Hasyiyah Ianah at-Thalibin, juz 1, hal. 195.

8 dari 11 halaman

Duduk tahiyat pertama

Duduklah seperti duduk diantara dua sujud (duduk iftirasy) dengan mengangkat satu jari telunjuk saja.

Bacaan tahiyat pertama :

Attahiyyatul mubarakaatus salawatut tayyibatu lillah. Assalamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu alaina wa ala ibadillahis salihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma salli ala sayyidina muhammad"

Artinya :


Segala kehortmatan, keberkahan, rahmat dan kebaikan adalah milik Allah. semoga keselamatan, rahmat dan berkah-Nya tetap tercurahkan atas-Mu, wahai Nabi. Semoga keselamatan (tetap terlimpahkan) atas kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Limpahkan rahmat kepada penghulu kami Nabi Muhammad.

Berdiri (Allahu akbar) Untuk Melaksanakn Rakaat Ketiga


Lanjutkan Langkah yang Sama Hingga Rakaat Keempat

9 dari 11 halaman

20. Tasyahud Akhir

Posisi duduk yang disebut dengan duduk tawaruk, dengan cara melipat jari kaki kanan ke arah kiblat dan badan sedikit condong ke kiri. Bacaannya, sama dengan tasyahud awal kemudian ditambah dengan sholawat Nabi, yakni :

Kama sallaita ala sayyidina ibrahim wa ala ali sayyidina ibrahim. Wa barik ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad Kama barakta ala sayyidina ibrahim wa ala ali sayyidina ibrahim Fil alamina innaka hamidum majid

Artinya :

Sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada penghulu kami Nabi Ibrahim dan Keluarganya dan limpahkanlah berlah kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau limpahkan berkah kepada penghulu kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. sesungguhnya di alam semesta ini Engkau maha terpuji lagi maha mulia, wahai Zat yang menggerakkan hati tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.

10 dari 11 halaman

Salat Sunnah Rawatib

Salat sunnah rawatib merupakan salat yang dikerjakan sebelum dan sesudah salat fardhu. Pendamping salat dzuhur :

2 sebelum salat dzuhur, disebut qabliyah


2 atau 4 rakaat sesudah salat dzuhur, disebut badiyah

Sunnah Rawatib Dianjurkan untuk :

  1. Niatnya menurut macam salatnya.
  2. Dengan dengan adan dan iqamah
  3. Dikerjakan tidak dengan berjamaah
  4. Bacaan tidak dinyaringkan
  5. Jika lebih dari 2 rakaat, tiap-tiap 2 rakaat satu salam
  6. Diutamakan sebaiknya tempat mengerjakan sunah rawatib, pindah bergeser sedikit dari tempat salat fardhu yang baru dikerjakan.

11 dari 11 halaman

Bacaan Niat Sunnah Rawatib Waktu Dzuhur

Qabliyah :

Usholli sunnatazh-zhuhri rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

Artinya : "Saya niat salat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala

Badiyah :

Usholli sunnataz-zhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa

Artinya : "Saya niat salat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala

Itulah tata cara salat wajib Dzuhur beserta sunnah Rawatib sebagai penyempurnanya, semoga dapat sedikit membantu membimbing dalam mendekatkan diri pada Allah SWT.

[kur]