logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Tawon Liar Makan Korban, Satu Orang Tewas, Tiga Lainnya Kritis

 FOTO ilustrasi jamu ilegal.*/ANTARA

FOTO ilustrasi jamu ilegal.*/ANTARA

CIREBON, (PR).- Satu orang tewas dan tiga lainnya kritis diduga over dosis setelah minum jamu tawon liar dalam jumlah berlebihan yang dicampur dengan kopi.

Menurut informasi, korban tewas berinisial Eg, warga Kedung Krisik Selatan Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Korban diduga meminum kapsul tawon liar sampai delapan butir yang dicampurkan dalam minuman kopi. Beberapa saat setelah minum, korban muntah darah dan meninggal.

Sedangkan korban selamat berinisial DG, T dan AS yang masih bertetangga, hanya mencampurkan tiga butir kapsul ke dalam minuman kopinya.

Informasi yang diperoleh PR Online, Kamis 15 Agustus 2015, ketiganya saat ini masih dalam perawatan intensif di tiga rumah sakit berbeda di Kota Cirebon. Dua korban bahkan sampai dirawat di ruang ICU.

Lurah Argasunya Dudung Abdul Barry yang dikonfirmasi mengakui sudah menerima laporan soal warganya yang tewas dan kritis karena diduga menyalahgunakan jamu untuk mabuk-mabukan.

Menurut Dudung, sejauh ini pihaknya belu menerima berita pasti penyebab kematian dan kesakitan warganya itu. 

Selain karena korban selamat belum bisa memberikan keterangan, keluarga korban juga mengaku tidak tahu menahu penyebab pastinya.

"Soal dugaan penyebabnya karena over dosis jamu tawon liar yang dicampur dengan kopi, baru dugaan saja," katanya.

Dikatakan Dudung, pihaknya sudah berupaya mencari tahu dengan bezuk ke rumah sakit untuk meminta keterangan dari korban selamat, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk dimintai penjelasan.

"Bahkan dua korban yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis dan masuk ICU," katanya.

Dudung mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian tersebut, dan berupaya mengambil hikmah dan pelajaran dengan menjadikan contoh nyata akibat penyalahgunaan jamu kepada warganya, terutama yang muda-muda.

"Kami juga sudah melaporkan kasusnya ke polisi untuk penanganan lebih lanjut," kata Dudung.

Belum ada kesimpulan

Sementara Kasat Narkoba Polres Cirebon Kota Ajun Komisaris Yaser Arafat melalui Kanit I  Inspektur Dua Rudiana, mengungkapkan kasus penyalahgunaan jamu tersebut masih dalam penyelidikan, sehingga pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan apa pun.

"Karena yang korban selamat juga masih dalam perawatan intensif di rumah sakit, sehingga belum bisa dimintai keterangan," katanya.

Sementara, katanya, keterangan dari keluarganya juga mengaku tidak terlalu mengetahui persis kejadian yang telah merenggut nyawa itu.

"Pihak keluarganya hanya tahunya tiba-tiba mereka mengalami muntah darah," katanya.

Selain meminta keterangan keluarga korban, polisi juga meminta keterangan pemilik warung setempat yang menjual jamu tawon liar itu. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa beberapa dus jamu tawon liar.

"Menurut pengakuan penjual jamu tawon liar, yang bersangkutan baru menjual jamu tawon liar itu selama tiga bulan," katanya.

Untuk mengetahui persis isi atau kandungannya, kata Rudiana, pihaknya bakal mengirimkan sampel jamu tawon liar yang diamankan dari pedagang, Puslabfor.

Jamu ilegal

Terkait kemungkinaan dilakukan autopsi terhadap korban yang meninggal, Rudiana mengungkapkan, tidak bisa berandai-andai menjawab pertanyaan tersebut.

Menurutnya, selama belum ada kepastian posisi kasusnya, tidak bisa memberikan jawaban pasti.

"Kami masih mendalami kasusnya. Permintaan keterangan terhadap sejumlah saksi juga masih berjalan. Apalagi saksi kunci yang selamat juga belum bisa memberikan keterangan," katanya.

Namun Rudiana mengakui, kasus dugaan penyalahgunaan jamu untuk mabuk, baru pertama kali. Biasanya penyalahgunaan memanfaatkan obat-obatan.

Tawon liar yang banyak dijual di toko-toko online, di kemasan luarnya tertulis jamu. Berupa kapsul dan tertulis khasiat dan kegunaan untuk mengobati asam urat, pegel linu, rematik, masuk angin, menurunkan kolesterol, menambah tenaga dan stamina. 

Sementara itu, dalam siaran pers Badan POM tahun lalu, tawon liar yang di kemasan luarnya tertulis jamu mengandung ekstrak madu tawon liar, masuk dalam obat tradisional ilegal dan diduga mengandung bahan kimia obat.

Jamu tawon liar juga termasuk diantara beberapa produk obat tradisional (OT) ilegal/tanpa izin edar (TIE) yang masuk ke dalam daftar public warning Badan POM. Produk lainnya yakni wantong, sulamu dan spider.***
 

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO