Indonesia

Tega! Oknum Polisi Pontianak Cabuli ABG Hanya Karena Denda Tilang

Ilustrasi pencabulan. [Covesia]

Seorang remaja di Pontianak menjadi korban pencabulan oknum polisi.

SuaraSumsel.id - Peristiwa pencabulan seorang anak baru gede (remaja) usia 15 tahun dilakukan oleh oknum polisi satuan lalu lintas Polresta Pontianak.

Kejadian yang menggegerkan warga Pontianak inipun menuai kecaman.

Keluarga korban yang tak terima, melaporkan kejadian tersebut ke polisi berharap agar pelaku segera dihukum.

Kapolrestas Pontianak, Kombes Pol Komarudin membeberkan kronologi aksi pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi berinisial DY.

Kasus ini berawal saat korban SR pamit kepada orangtua untuk pergi besama seorang temannya ganti kawat gigi dengan mengendarai motor pada Selasa (15/9/2020).

Saat melintas di Jalan Sultan Hamid dekat Simpang Garuda, tiba-tiba korban ditilang oleh DY karena dianggap melanggar lalu lintas.

"(Korban yang berboncengan) tidak menggunakan helm ganda kemudian oleh DY dibawa ke Pos Garuda dan selanjutnya pelanggar tilang," ujar Komarudin.

Saat itu, korban dipaksa mengikuti kemauan DY yang mengajakanya pergi sebagai ganti denda tilang.

Korban pun sempat menolak ajakan tersebut, tapi akhirnya menyanggupi permintan sang oknum polisi.

"DY bilang kalo tidak mau ikut, nanti kawanmu suruh pergi dulu'," sambungnya.

Football news:

Two warring club are tired of the greyness, came together and changed the Danish football. This is the path of Midtjylland - now he is in the Champions League
Hakimi had contracted the coronavirus. Inter will play Borussia Gladbach today
Manchester United's debt increased by 133% in the 2019/20 season, while revenues fell by 19%. Loss - 23.2 million pounds
Liverpool, Manchester United, Real Madrid are preparing the European Premier League project. It seems that everything is serious now: they are supported by FIFA
Lampard on Cech in the Premier League bid: it will be good for Our goalkeepers to train with one of the best goalkeepers. He is relatively young
Coach Salzburg had a problem with being an American. And I came up with a game style while watching the Princeton rowers
Ozil on not being included in Arsenal's Premier League bid: Very disappointed. Loyalty is rare today