Indonesia

Terapi Car-T sell Dilakukan pada Pasien Kanker Parah

JawaPos.com - Kepala Onkologi Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Profesor Peng Xiao Chi mengatakan, pentingnya memberikan informasi mengenai pengobatan kanker dengan menggunakan terapi car-t cell di St Standford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Tiongkok. Selama ini banyak pasien blom tahu pengobatan ini krn sangat baru.

Menurut Peng, car-t cell bisa menaklukan semua jenis kanker. "Tujuan pengobatan ini, seluruh sel kanker bisa ditangani dengan terapi sel," katanya, Minggu, (16/9).

Dalam mengembangkan pengobatan kanker memang membutuhkan waktu dan penelitian yang terus-menerus. Efek samping pengobatan terapi car-t cell hanya demam, di luar itu tak ada.

"Pengobatan menggunakan terapi ini tergantung kondisi pasien. Harus ada pemeriksaan dulu," ujar Peng.

Data terakhir menunjukkan terdapat 160 uji klinis terapi car-t cell telah dilakukan di tiongkok. Hasil keseluruhan baik, dari pengobatan lebih dari 20 pasien, hanya satu yang tak berhasil.

Biasanya, terang Peng, terapi car-t sell dilakukan pada pasien kanker yang dokternya sudag angkat tangan. "Pasien Indonesia yang dokternya sudah menyerah maka melakukan pengobatan terapi car-t sell ke Tiongkok."

Sebenarnya, ujar dia, Tiongkok ingi kerja sama dengan membuka rumah sakit di Indonesia. Ini sudah dipikirkan beberapa tahun lalu. Namun pemerintah masih susah untuk memberikan izin guna membangun rumah sakit kanker di sini.

(met/JPC)

Football news:

Mourinho on the match with Bournemouth: Everyone knows that there was a penalty in favor of Tottenham. Everything
Pogba scored for Manchester United for the first time in the season
Schmeichel on Manchester United's penalty against Aston Villa: there was no Foul. VAR remains a laughing stock
Manchester United kicked 13 penalties in the Premier League season, repeating the tournament record
De Gea beat Schmeichel and set a Manchester United record for the number of matches among foreigners
Ruediger convinces Havertz to move to Chelsea. He did the same with Werner
Setien has come up with a new scheme that is perfect for Barcelona. This is a hybrid 4-4-2 rhombus